Home » , » Senandung Anak Jalanan Part II

Senandung Anak Jalanan Part II

Dhedi R Ghazali | Saturday, March 01, 2014 | 1komentar
Senandung Anak Jalanan Part IIKehidupan jalanan adalah sebuah kehidupan yang keras. Butuh kucuran keringat untuk mendapatkan uang demi mengganjal perut keroncongan. Mungkin sering kita melihat banyak anak jalanan yang bergelut dengan kegetiran kehidupan di luar sana. Sungguh ironi yang menyayat-nyayat hati ketika anak-anak seumuran mereka harus berjibaku dengan kerasnya kehidupan jalanan. Harusnya hari-hari mereka diisi dengan bersekolah dan bermain dengan teman sebayanya. Tapi apa daya, ternyata takdir berkata lain. Ini adalah puisi yang saya ciptakan dimana puisi ini tercipta dari rasa keprihatinan saya terhadap kehidupan anak jalanan. 




Di pangkuan purnama yang memucat aku didekap senyap.
Merayap-rayap kesunyian membelaiku.
Suara binatang malam pun mengolok-olokku dengan ocehan tololnya.
Hingga aku dan orang-orang sekaumku
Melapuk dalam keadaan busuk ini

Tak cukup itu,
Lemah kami memapah resah yang membuncah
hingga emosi membakar kesabaran kami
Dan aku juga orang-orang sebangsaku
menggila dalam ketidakpastian makna sebuah keadilan

Inilah aku bangkai yang setengah hidup
menghirup bau busuk bangkai-bangkai orang-orang sekaumku.
Yang tengah hidup di ambang kemusnahan moral,
berdiri di atas duri-duri kecongkakkan orang-orang besar,
dibiarkan dalam comberan kefakiran yang semakin edan
diterlantarkan di jalanan, tidur di emperan pertokoan dan sebagian di bawah naungan kolong jembatan

Inilah senandungku dan orang sekaumku
yang berbaju lusuh, tubuh dekil pakaian compang-camping
pincang berjalan menyelusuri jalan
mengais recehan demi sesuap makan
digilas roda-roda kezaliman.
Karena kami adalah Anak Jalanan.

Oh Tuhanku
Hari-hariku tak seindah hari-hari bidadari yang menjual harga diri
pagi-pagiku tak sesejuk pagi-pagi pejabat-pejabat tinggi berkorupsi
siang-siangku tak secerah siang-siang orang-orang berkecukupan
dan malam-malamku tak segemerlap malam-malam pegawai kantoran.

Lalu apa yang kami dapat?
Yang kami dapat hanya harap-harap terlelap dalam pekat
yang tertidur pulas entah sampai kapan,
mungkin sampai kami menemui indah kematian!!!

Bertahun-tahun senandung kami tak terdengar
parau senandung ini ditelan janji-janji tak tertepati.
Ilusi janji-janji untuk membeli suara Kami

Arrghhh sudahlah..
Ini hanyalah bualanku dan orang-orang sekaumku.
Sebatas senandung yang tak semerdu kicauan burung
terkungkung dalam murung yang tiada berujung

Yogya, 25 Februari 2014
Dhedi R Ghazali


Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silahkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun. Setelah membaca, saya harap juga bisa meninggalkan komentar serta like fans page kehidupan tanpa batas.  Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Barangsiapa yg memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yg melakukan kebaikan itu.” (HR Muslim)



Share this article :
Kehidupan Tanpa Batas

1 komentar:

Post a Comment

 
Support : Copyright © Nov 2010. Kehidupan Tanpa Batas - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger