Home » , » Puisi Untuk Ayah

Puisi Untuk Ayah

Dhedi R Ghazali | Friday, March 21, 2014 | 4komentar
Puisi Untuk Ayah
Ayah... Adalah sosok yang begitu berharga dan berjasa dalam kehidupan kita. Dia lah seseorang yang membanting tulang demi kehidupan keluarga. Segalanya dia lakukan demi masa depan anak-anaknya. Tiada kata yang bisa menggantikan perjuangan seorang ayah demi anak dan keluarganya. Namun kali ini saya akan memberikan beberapa tatanan kata yang khusus saya persembahkan buat para Ayah di dunia ini. Buat seorang lelaki yang tiada henti mencari dan terus mencari nafkah. Yang tiada lelah melangkah meski kadang goyah. Seorang sosok inspiratif dibalik keberhasilan anak-ankanya. Inilah persembahan dari saya untuk seluruh Ayah di dunia. Meskipun kata-kata ini sederhana dan tidak terlalu berharga, namun setidaknya lewat untaian kata ini saya ingin mengabadikan kegigihan seorang Ayah demi anak dan keluarga tercintanya.


AYAH PART I

Ayah...
Kau terus berjalan ribuan mill
Tak jarang tubuhmu menggigil
Darah dan nanah tercurah
Demi anak-anakmu menikmati bangku sekolah

Ayah...
Jutaan rintangan yang panjang membentang
Kau terjang dengan kepalan tangan telanjang
Demi sebuah masa depan anak-anakmu tersayang
Masa depanmu tak lagi kau pikirkan

Ayah...
Benturan dan hempasan bungkukkan rusuk-rusukmu
Sengaatan mentari membakar tubuh legammu
Hingga terlihat jelas tubuh rentamu
Melemah dimakan sang waktu yang terus berlalu

Ayah...
Setiap tuturmu mengajakku menuju kebaikan
Setiap kekesalan yang kau lontarkan membawaku kedalam perbaikan
Hingga tak jarang airmata kau deraikan
Melihat anak-anakmu melawan kerasnya kehidupan

Ayah...
Dalam guratan pena ini
Yang tak sebanding dengan semua yang kau beri
Ku pahatkan cerita tentangmu
Ku tuliskan jejak-jejak perjuanganmu
Ku goreskan setiap jengkal langkahmu
Agar terbaca oleh anak cucumu

Yogya, 14 Maret 2014
Dhedi R Ghazali


AYAH PART II

Ayah...
Tanpa lelah kau berjalan
Di tepian jurang-jurang kesederhanaan
1 mili mendekati kemiskinan

Masih saja kau tak lelah mengejar nafkah
Terkadang langkahmu goyah
Kakimu berlumur darah dan nanah
Namun "demi nafkah" kau tetap tabah melangkah

Ayah...
Guratan tanggung jawab terpahat di setiap urat dalam tubuhmu
Mengalir bersama aliran darahmu
Melebur satu dalam setiap jengkal langkahmu

Jejak-jejak kau tapak demi keluarga dan anak
Nafasmu tak jarang tersengal bahkan sesak
Namun tiada keluh kesah di tuturmu
Dengan teguh kau tetap tapaki jalan itu

Aku, Anakmu....
Hanya mampu memapahmu dengan doa-doaku
Yang akan senantiasa menemani perjalananmu
Menembus ruang dan waktu demi keluargamu
Hingga di penghujung usiamu

Yogya, 14 Maret 2014
Dhedi R Ghazali


Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silahkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun. Setelah membaca, saya harap juga bisa meninggalkan komentar serta like fans page kehidupan tanpa batas.  Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Barangsiapa yg memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yg melakukan kebaikan itu.” (HR Muslim)


Share this article :
Kehidupan Tanpa Batas

4 komentar:

Bernard Evan said...

bagus gan .. kalo mas dapat ide nulis
langsung di tulis di kertas atau gmn ?
visit blogku ya ungap-egosentrik.blogspot.com

Dhedi R Ghazali said...

Kalau lagi ingin nulis dan dapat tema langsung saya tulis diblog. Hehehe
Hobi masalhnya.jadi seneng dengan karya sastra

berkah said...

posisi ayah tak takn tergantikan

Dhedi R Ghazali said...

Betul sekali. Semoga buat semua yang masih hidup ayahnya mampu berbakti dan mengangkat derajat beliau di mata Allah dan manusia. Aamiin

Post a Comment

 
Support : Copyright © Nov 2010. Kehidupan Tanpa Batas - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger