Home » , » Apa Itu Hidayah ??

Apa Itu Hidayah ??

Dhedi R Ghazali | Tuesday, January 14, 2014 | 11komentar
Apa Itu Hidayah ??
Kebanyakan manusia salah dalam memahami apa itu arti sebuah hidayah. Ada sebagian orang yang memahami bahwa hidayah itu seakan-akan datang dengan begitu saja berupa paketan. Contoh yang sering terjadi adalah kita sering dengar orang berkata “Saya belum mendapat hidayah. Insya Allah kalau sudah mendapat hidayah dari Allah saya pasti akan rajin shalat !’. Itu Cuma sekedar salah satu contoh uangkapan ataupun perkataan yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari dimana pernyataan tersebut terkesan menggambarkan bahwa hidayah itu turun dari lalngit secara serta merta. Padahal realitasnya tidaklah demikian.

Lalu apa sebenarnya hidayah itu? Secara bahasa, Al Huda atau al hidayah bermakna al Bayan (Penjelasan, petunjuk) atau lawan dari adh-dholal (kesesatan). Sementara itu kata hada – yahdi berarti ar-syada, yaitu menunjuki, memberikan hidayah, memberikan penjelasan dan memberikan petunjuk.
Misal kan dalam Surat al fatihah ayat 6 :

Tunjukilah kami jalan yang lurus,

Pengertian ihdina (berilah kami hidayah) adalah ilhamkan, taufikkan, atau berikanlah kami jalan yang lurus.

Lebih dari itu siapapun yang mengkolaborasi Al Qur’an dan As Sunnah akan menemukan bahwa setiap kata hada yahdi senantiasa dinisbatkan kepada Allah Dzat pemberi petunjuk. Selain itu kata ihtada-yahtadi selalu dinisbatkan kepada manusia. Dari sini dapat dipahami bahwa Allah telah memberi petunjuk kepada manusia sementara manusia itu sendiri yang berupaya untuk mendapatklan hidayah tersebut. Sekedar untuk memudahkan :

Ada dua pengendara mobil yang sama-sama bertujuan keYogyakarta. Mereka sama-sama berangkat dari Jakarta. Dijalan kedua mobil tersebut sama-sama memperoleh penunjuk arah : Lurus : Yogyakarta, belok kanan : Bandung, Belok kiri : Sumedang. Keduanya sama-sama memperoleh petunjuk, namun salah satu sopir tersebut tidak jalan lurus melainkan belok kanan sehingga tidak sampai Yogyakarta namun sampai ke Bandung sedangkan sopir yang jalan lurus tiba ditujuannya yaitu Yogyakarta. Dari sini dapat dilihat bahwa kedua sopir tersebut sama-sama mendapatkan petunjuk namun ada yang mengikuti petunjuk tersebut adapula yang tidak mengikuti petunjuk tersebut sehingga tidak sampai ketujuannya. Dari sini dapat disimpulkan bahwa kedua sopir sama-sama mendapatkan petunjuk tapi tidak semua tertunjuki. Setidaknya begitulah penjelasan tentang pengertian bahasa dari kata hada-yahdi dan ihtada-yahtadi.

Jadi sudahlah jelas bahwasannya manusialah yang mencari hidayah tersebut, mereka akan mendapat hidayah jika mereka mengikuti hidayah yang telah diberikan oleh Allah dan mereka akan tersesat jika mereka memilih kesesatan. Semua ada pada pilihan manusia itu sendiri apakah mereka memilih jalan hidayah atau jalan kesesatan, tidak ada sedikitpun paksaan terhadap manusia.

Misalkan secara realita seperti ketika kita mendengarkan adzan Maghrib, kita dihadapkan pada beberapa pilihan apakah kita akan shalat atau tidak itu terserah kita. Jika kita menghendaki menjadi orang yang bertakwa dan beriman kepada Allah SWT tentunya kita akan segera melaksanakan shalat. Namun ada juga memilih untuk tidak melaksanakan shalat karena berbagai alasan. Tidak cukup sampai disitu, setelah kita mau mengerjakan shalat terdapat pilihan lagi apakah mau shalat berjamaah atau tidak, jika memilih berjamaah selanjutnya ada pilihan lagi yaitu apakah mau berjamaah dimasjid atau dirumah bersama keluarga? Tentunya dari semua pilihan tersebut kita tidak pernah dipaksakan untuk memilih satu namun diberi kebebasan memilih apakah akan memilih jalan hidayah (petunjuk Allah) ataukah akan memilih jalan kesesatan. Semua tergantung kita.

Lebih dari itu banyak ayat Al Qur’an yang Qoth’I Dilalah (Maknanya hanya satu) yang menegaskan bahwa manusialah yang mencari petunjuk dan mengikuti petunjuk tersebut hingga dia mendapatkan hidayah dan manusia pulalah yang memilih jalan kesesatan sehingga mereka berada dalam kesesatan.

Allah Berfirman dalam surat Saba’ ayat 50 ;

Katakanlah: "Jika Aku sesat Maka Sesungguhnya Aku sesat atas kemudharatan diriku sendiri; dan jika Aku mendapat petunjuk Maka itu adalah disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. Sesungguhnya dia Maha mendengar lagi Maha Dekat".


Ayat tersebut adalah salah satu firman Allah yang menyatakan secara terang bahwasanyya manusialah yang mencari petunjuk dari Allah dan mengikuti petunjuk tersebut sehingga tertunjuki dan manusia pula yang tersesat karena pilihannya yang memilih jalan kesesatan, tidak ada paksaan terhadap diri manusia.
Selain itu juga Allah akan memberikan penghisaban terhadap petunjuk itu sendiri, siapa yang berada dalam jalan petunjuk maka ia akan mendapatkan pahala begitu juga sebaliknya apabila ia memilih jalan kesesatan maka dia akan mendapatkan dosa.

Allah berfirman dalam surat Az-Zalzalah 7-8 :

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.

Ayat diatas sudah menjelaskan bahwa akan ada penghisaban terhadap Hidayah (Petunjuk) dan adh_dholal (Kesesatan). Jika kita masih berfikir bahwa Allah yang telah memaksa kita untuk tersesat berarti kita menisbatkan sebuah kezaliman terhadap Allah, betapa tidak karena sebuah kezaliman jika kita memaksa orang untuk berbuat sesuatu sedangkan kita akan memberi hukuman atas apa yang dia kerjakan. Padahal, subahanallah, Maha Suci Allah dari sifat Zalim seperti itu.

Untuk itu marilah  buang jauh-jauh pemikiran bahwa hidayah itu datang dengan sendirinya karena sesungguhnya kita sendiri yang memilih apakah kita akan mencari hidayah, mengikuti hidayah tersebut sehingga tertunjuki ataukah kita akan memilih jalan kesesatan sehingga kita berada dalam kesesatan. Tidak ada paksaan sedikitpun didalamnya.
Semoga dibulan suci ramadhon ini kita dipermudah dalam mendapatkan dan meniti jalan hidayah oleh Allah SWT, Amien.


Saudaraku, Hidup itu untuk mati dan mati adalah jembatan menuju kehidupan yang kekal. Gunakan kesempatan yang telah Allah berikan untuk mendapatkan ridho Allah SWT. Jangan kita siakan hidup yang Cuma satu kali ini. Tahun ini kita masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan bulan Suci Romadhon namun belum tentu kita akan bertemu dengan bulan romadhon ditahun yang akan datang. Untuk itu maksimalkan bulan yang penuh berkah ini sebagai ajang Muhasabah. Segeralah kemabali kejalan iman, segeralah bertaubat karena belum ada kata terlamabat sebelum raga kita ditimbun tanah liat. Dan sungguh kita sangat berharap semoga selepas kita keluar dari bulan ramadhon ini kita akan menjadi Hamba Allah yang benar-benar Beriman dan Bertakwa. Amien Ya Rob….

Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silahkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun. Setelah membaca, saya harap juga bisa meninggalkan komentar. Tnpa mengurangi rasa hormat, saya persilahkan untuk copy paste namun saya mohon disertakan link blog saya karena setiap tulisan murni hasil karya saya. Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Aamiin . .

“Barangsiapa yg memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yg melakukan kebaikan itu.” (HR Muslim)

Bergabunglah dengan fans pages fb " Kehidupan Tanpa Batas ", follow juga ya . . hihihi .. 
  
By : Dhedi R Ghazali




Share this article :
Kehidupan Tanpa Batas

11 komentar:

kisah cerita said...
This comment has been removed by a blog administrator.
agum gumelar said...

Sangat Bermanfaat, Trimakasih..

agum gumelar said...

Sangat Bermanfaat, Trimakasih..

pribadi sembiring said...

Teruslah mengamalkan syariat Allah, insya Allah akan diberi hidayah.

Hidayah itu lihat QS Al An'am ayat 125.

Hakkul yakin dengan kebenaran Islam dan mengamalkan Alquran dan sunnah. Manusia tak akan mampu menjadi orang yg bertakwa tanpa hidayah Allah (Tanpa dikehendaki Allah). Lihat QS At Takwir ayat 29 dan QS Al Insan ayat 30

Tomy Admajaya said...
This comment has been removed by the author.
Rony Sjahroni said...

Hanya tawakkal kpd. Allah seutuhnya, yg mampu mengatasi masalah sekecil dan sebesar apapun, terus usaha dan doa serahkan hanya Allah tmpt bergantung ( ikhlash 1-4)

Rony Sjahroni said...

Semua masalah kita yg buat sendiri, semua karena lupa kpd kebaikan Allah,kaya lupa apalagi susah, biasanya kalu dah butuh banget baru inget Allah, siapa yg mau disalain
,

Rony Sjahroni said...

Semua masalah kita yg buat sendiri, semua karena lupa kpd kebaikan Allah,kaya lupa apalagi susah, biasanya kalu dah butuh banget baru inget Allah, siapa yg mau disalain
,

Hafid soetawidjaya said...
This comment has been removed by the author.
Hafid soetawidjaya said...

Nama sy Hafid Soetawidjaya. Jika diijinkan, sy ingin berbagi kisah dan ilmu ttg bagaimana perjuangan sy bisa lepas dari jeratan riba yang menyesakkan dada.

Pada awal tahun 2010 saya resign dari sebuah perusahaan pelayaran dengan jabatan Manager keuangan. Kemudian saya mendirikan perusaahaan Trading Metal dan Baja di daerah dekat Bekasi.
Omzet perusahaan metal dan baja sy diawal berdiri hanya sekitar 500jt-1 M saja. Kemudian mengajukan pinjaman bank senilai 5 M dengan jaminan gudang. Dan menggunakan sistem factoring. Dari sana omset naik sampai bisa mencapai 7 M perbulan pada saat peak performance.

Dalam kondisi puncak saya mempunyai rumah di Bekasi di kawasan elit senilai 2.3 M. Rumah di perumahan sedang berkembang di daerah Bekasi 1 rumah seharga 450 juta. Mobil 2 buah grand livina dan Toyota Rush. Rumah kos 12 pintu dengan bangunan 2 lantai senilai 600 jutaan.
Tapi saya terjerat utang riba lainnya, cicilan utang pribadi perbulan sekitar 30 jutaan. Sukses yg sy capai, ternyata semu belaka.

Dan benar saja, bisnis bergantung pada utang ternyata sangat berat. Total hutang perusahaan plus denda mencapai nilai 11M. Cicilan perbulan perusahaan rata-rata 1.3 M perbulan sudah termasuk bunga dan dendanya.

Pada kwartal ke 2 tahun 2013 perusahaan mulai mengalami kemerosotan omset dan akhirnya ditutup awal tahun 2014. Setelah penutupan saya meninggalkan banyak utang. Baik utang jaminan, Kartu kredit, KTA dan teman bahkan rentenir dari 2,8 M hingga menjadi 3.46 M hanya karena gali lobang tutup lobang nyesek luar biasa!!

Dalam kekalutan yg luar biasa berat, saya berazam utk taubatan nasuha dari riba di pertengahan 2014 dan berhijrah dari Bekasi. Semua asset dijual dan kami wkt itu mengontrak di kota baru. Itupun masih meninggalkan sisa utang hampir 700 juta. Dalam kondisi tsb, masih ada sedikit sisa uang dari penjualan aset yang saya gunakan untuk ngontrak rumah dan mulai rintis usaha lainnya. Dengan izin Allah dalam tempo 2+ tahun seluruh utang lunas yaitu di akhir tahun 2016.

Dari pengalaman pahit ini saya, dipertemukan dgn banyak orang baik yg bisa sukses membangun usahanya tanpa Riba. Dari mereka lah sy banyak mendapatkan peluang bisnis, sehingga tercipta pola pelunasan utang yang Alhamdulillah juga bisa utk membangun bisnis tanpa riba.

Alhamdulillah, penghasilan bersih bulanan kami saat ini jauh lebih baik dari penghasilan kami ketika beriba. Siapa yg bisa menyangka? Kami pun tidak pernah menyangka akan jadi seperti ini.

“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad 5: 363)

Untukmu saudara2 yang masih berjuang bebas dari riba. Selamat berjuang kawan. Never give up. Ingat janji Allah itu pasti. Pasti akan menjadi manis pada akhirnya. Bangkit dari keterpurukan dan ayo berusaha dengan maksimal lagi. Hasilnya serahkan semua pada Allah.
Man jadda wajada...

Demi hidup yang lebih baik lagi maka tinggalkan segala bentuk riba dalam hidup kita.
Update your life

Jogjakarta, 8 februari 2018
https://hafidsoetawijaya.blogspot.co.id/
hafid.soetawidjaya@gmail.com

Alvin Prayoga said...

ASALAMUALAIKUM WR.WB

Salam silaturahmi , maksud dan tujuan menulis pengalaman hidup ini semoga dapat membantu dan mejadikan motivasi bagi yang membaca, agar dalam menjalani hidup ini apalagi
yang dirundung permasalahan atau cobaan dapat mempunyai semangat juang serta usaha dan kerja keras dalam menghadapi nya .AMINN
Singkat cerita pada tahun 2000 sampai 2010 saya bisa di katakan orang terpandang yang mempunyai kedudukan selalu di hargai orang dan sukses dalam segi usaha dan ekonomi
hari2 yang saya jalani terasa indah dan tentram terasa seperti tiada hambatan dalam menjalani hidup . apapun yang saya ingin kan terpenuhi bahkan dulu saya memiliki
rumah dengan nilai milyaran dan mobil sport bahkan dengan keadaan dan situasi itu saya mampu melakukan apapun ,tapi saya lupa akan semua ini bahwa apa yang ada di dunia
ini semua hanya titipan karena ketika kematian datang dan ajal menjemput dan tiba di dunia kahirat tiada 1 pun yang bisa membantu apa lagi harta kecuali amal dan dan ibadah serta perbuatan kita yg baik .
Cobaan pun datang di awal 2011 semua nya seperti mimpi , sangat mudah nya allah membalikkan keadaan kepada diri saya usaha yang saya perjuangkan selama ini tiba2 di rundung permasalahan hingga mendekati kebangkrutan
di tambah banyak hutang yang harus saya bayar akibat kerugian usaha yg saya alami . akhir nya untuk menyelsaikan itu semua saya harus menjual semua aset yang saya miliki sampai hanya tersisa rumah yg saya tempati sekarang.
astafirullahalzim, di dalam fikiran saya mngkin ini teguran dari allah atas semua perbuatan yang telah saya lakukan lupa akan semua harta yg di dunia ini hanya titipan,lupa akan setiap harta yg di miliki ada hak2 orang lain,lupa akan maha pencipta.
seiring berjalan semua nya tetap saya jalani meskipun berat dan beban bagi saya dan keluarga untuk menjalani ini semua bahkan untuk mencukupi kebutuhan sehari pun saya
dan keluarga pada saat itu susah, bahkan semua keluarga dan sahabat ketika tau posisi saya tahu pada saat itu bukan nya membantu malahan menjauh bahkan mencibir saya .

7 tahun sudah beralalu saat ini alhamdulillah saya sudah mampu bangkit lagi memulai usaha dari nol dengan hasil yang kecil sampai besar semua nya saya syukuri yang penting berkah , semua kesalahan yang saya lakukan di masa lalu
saya jadikan pelajaran yang sangat beharga agar kedepan saya dapat menjadi yang lebih baik selalu di jalan allah swt dan selalu ingat akan maha pencipta .
karena yakin la setiap perbuatan dan tingkah laku yang kita buat di dunia ini BAIK dan BURUK pasti akan mendapatkan balasan nya .
berjuang dan berusaha la serta tumbuhkan rasa semngat pantang menyerah dan yakin lah bahwa allah tidak diam melihat hambanya yang kesusahan apalagi yang selalu berusaha. bagi hamba2 allah selalu ikhtiar perbanyak sedekah dan selalu menjalan perintah allah
insyallah akan selalu ada jalan kapan pun dan dalam bentun apapun .

WASALAM .....
BAGI YANG MAU BERBAGI PENGALAMAN DAN KONSULTASI SILAHKAN EMAIL :ALVINPRAYAGO70@GMAIL.COM

Post a Comment

 
Support : Copyright © Nov 2010. Kehidupan Tanpa Batas - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger