Tips Untuk Taubat Nasuha

Dhedi R Ghazali | Monday, May 19, 2014 | 3komentar
Tips Untuk Taubat Nasuha
Dalam sebuah hadist dikatakan "Allah membuka pintu taubat di pagi hari agar bertaubat pelaku dosa di malam hari, dan Allah membuka pintu taubat di sore hari agar bertaubat pelaku dosa di siang hari." Selama hayat masih dikandung badan, selama jantung masih berdetak, maka pintu taubat Allah selalu terbuka bagi siapa saja, tidak pandang peduli siapapun. Bertobat yang paling baik taubat nasuha, yaitu meninggalkan perbuatan-perbuatan dosa serta menyesalinya dan berniat untuk tidak melakukan perbuatan tersebut di masa mendatang. Pintu taubat tertutup menurut riwayat adalah ketika seseorang sedang sekarat atau roh telah mencapai tenggorokan. Sedangkan batas akhir pintu taubat terbuka adalah hingga hari qiyamat.

Saya bukan seorang ustad atau pemuka agama. Tulisan ini adalah tulisan pribadi yang saya hasilkan dari pengalaman pribadi saya sendiri. Kita semua harus mengerti bahwa setiap orang pasti pernah melakukan dosa dan kesalahan, baik itu yang besar atau yang kecil, baik yang disengaja ataupun tidak disengaja dan hanya Allah SWT sajalah yang berhak mengampuni atau tidak dosa-dosa kita itu. Kita sebagai manusia hanyalah Hamba Allah yang hanya bisa berdoa dan memohon untuk diampunkan segala dosa kita. Tentunya doa saja tidak akan cukup jika kita masih saja mengulangi kesalahan dan dosa-dosa itu lagi. Sering kita mendengar kalimat " Lebih baik mantan bajingan daripada mantan ustadz ". Itulah yang pernah terjadi dalam diri saya. Dan kali ini saya akan berbagi tentang tips untuk bertaubat menurut pengalaman pribadi saya. Tips ini tidak ada referensi darimanapun dan hanya berdasar pengalaman pribadi. Untuk masalah pengerttian taubat beserta dalilnya silahkan mencari referensi sendiri karena saya takut jika justru memberikan dalil dan pengertian yang salah tentang hal tersebut. Berikut ini adalah beberapa tips dari saya agar kita dapat menapaki jalan menuju taubatan nasuha, semoga tips ini bisa membantu ;

1. Mulailah dengan niat

Setiap apa yang ingin kita kerjakan hendaknya kita harus memiliki niat terlebih dahulu untuk mengerjakan sesuatu tersebut. Begitu juga dengan Taubat Nasuha. Jika kita sendiri saja belum mempunyai niat dan hanya sekedar keinginan saja maka akan membuat langkah kita menjadi berat untuk menapaki jalan tauba.

2. Jangan berpikir jika hidayah itu datang begitu saja

Sering saya mendengar perkataan orang "Jika Allah SWT telah memberikan hidayah pasti juga kita akan bertaubat. Saat ini Allah belum memberikan hidayah". Bagi saya, ini adalah pemikiran yang salah kaprah. Untuk melakukan taubatan nasuha tidak perlu menunggu hidayah. Karena hidayah itu juga tidak akan datang jika kita tidak berusaha mendapatkannya. Ketika kita sibuk dalam kubangan keharaman sampai hati kita tertutup noda hitam kemaksiatan maka cahaya hidayahpun akan sulit untuk menembusnya. Untuk itu jangan pernah mempunyai pikiran seperti kalimat di atas.

3. Lakukanlah segera dan jangan tunda lagi

Jika memang ingin melakukan taubat nasuha maka segera lakukanlah dan jangan tunda-tunda lagi. Menunda taubat nasuha berarti mengurangi kesempatan yang diberikan Allah SWT untuk melakukannya. Kita harus sadar bahwa daun muda pun bisa jatuh ke tanah kapan dan dimana saja. Manusia tidak akan bisa memprediksikan kapan waktunya Allah SWT mencabut nyawanya. Bukan hal yang sulit dan mustahil bagi Allah jika Dia mengehendaki mencabut nyawa saya detik ini juga saat sedang menulis artikel ini. Jika ada kata terlambat untuk taubat kita, sesungguhnya keterlambatan itu adalah hasil dari kita yang menundanya.

4. Perbanyak mengingat kematian dan ancaman/hukuman Allah atas dosa yang pernah dilakukan

Mengingat kematian dan ancaman/hukuman dari Allah adalah hal yang wajib ada saat kita menginginkan melakukan taubatan nasuha. Hal ini bisa dilakukan dengan cara sering membaca Al-Qur'an dan terjemahannya juga dengan mengikuti pengajian khususnya yang bertema tentang ancaman/hukuman terhadap dosa-dosa serta kematian. Hal ini sering saya lakukan, dan saya rasa cara ini adalah cara yang ampuh agar kita segera menapaki jalan taubat. Dengan mengingat mati dan ancaman/hukuman dari Allah maka kita akan takut dan sadar bahwa hidup di dunia hanyalah sementara dan bahagia di dunia hanyalah sesa'at. Relakah kita menukar bahagia akhirat yang kekal dengan kebahagiaan dunia yang hanya sesaat?

5. Sebutlah dosa yang pernah kita perbuat disetiap doa kita

Menyebut dosa yang pernah kita perbuat akan mengingatkan kita betapa banyak dosa yang telah kita lakukan. Dengan begitu maka kita akan senantiasa mengingat segala dosa tersebut dan akan memproteksi diri kita untuk melakukan melakukan dosa yang sama.

6. Lakukanlah  shalat taubat dan tahajud

Melakukan shalat taubat dengan diikuti banyak dzikir dan istighfar akan sangat membuat hati kita tenang. Bahkan bisa jadi kita akan berlinangan airmata. Untuk bagaimana tata cara melakukan shalat taubat dan tahajud bisa mencari referensi lain. Banyak sekali blog yang menjelaskannya.

7. Senantiasa berdoa dan berjanji serta berusaha sekuat mungkin untuk tidak mengulangi dosa yang sama

Bertaubat akan menjadi hal yang sia-sia jika setelah itu justru kita mengulangi dosa yang sama. Memang ini adalah hal yang paling sulit. Godaan di arus globalisasi ini banyak sekali memberikan celah kepada kita untuk masuk ke dalam kubangan kemaksiatan. Tapi percayalah, sulit bukan berarti tidak bisa. Semua tergantung pada diri pribadi kita sendiri.

Itulah beberapa tips yang bisa saya bagikan. Sekali lagi bahwa tips di atas adalah berdasar pengalaman pribadi dan tidak mutlak memberikan hasil 100%. Silahkan mencari tips lain sebagai referensi. Semoga tulisan saya ini dapat bermanfaat. Tak lupa juga saya doakan semoga kita selalu didekatkan kepada Allah SWT dan diberikan ampunan oleh-Nya. Aamiin.


Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silahkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun. Setelah membaca, saya harap juga bisa meninggalkan komentar serta like fans page kehidupan tanpa batas.  Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Barangsiapa yg memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yg melakukan kebaikan itu.” (HR Muslim)

Kehidupan Tanpa Batas

Puisi Untuk Tuhan

Dhedi R Ghazali | Sunday, May 04, 2014 | 2komentar
Puisi Untuk Tuhan
Sebuah puisi tak ubahnya sebagai ungkapan perasaan yang ingin disampaikan lewat keindahan tulisan. Berbagai puisi banyak tercipta dengan tema yang berbeda, mulai dari percintaan, persahabatan, kehidupan dan tentu juga yang bertemakan keagamaan. Kali ini saya akan membagi puisi hasil karya saya sendiri dengan tema keagamaan. Disini saya akan membagi dua buah puisi yang tercipta saat saya merenung dalam kesendirian dan teringat akan kematian. Rasanya pikiran saya saat itu begitu saja melayang dan hadirkan banyak pertanyaan tentang apa yang telah saya lakukan di dunia ini? Sudahkah saya menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya? Sudahkah ayat-ayat Allah saya baca dan amalkan?. Dari berbagai pertanyaan tersebut saya merasa takut. Lantas kala itu saya tidak bisa tidur hingga tengah malam. Sampai akhirnya saya putuskan untuk melaksanakan shalat malam. Dan saat itulah hati saya bergetar dengan diiringi rintihan memohon ampun kepada-Nya. Berikut ini adalah dua puisi yang saya ciptakan, semoga dapat memberikan kebaikan bagi kita semua.

Ayat-Ayat Berdebu

Ayat-ayat itu tergeletak di lemari-lemari berdebu
Sekedar pajangan di pojokan ruangan
Terjamah oleh sarang laba-laba
Juga beberapa rayap yang menggerogotinya, perlahan

Tak terbaca
Apalagi termaknakan
Dan mustahil teramalkan...

Ayat-ayat itu kini berdebu
Diselimuti kotoran-kotoran cicak
Penuh bercak-bercak
Tak nampak jejak-jejak pemiliknya
Tertinggalkan oleh fana dunia

Lalu dimana ayat-ayatmu?
Mungkinkah juga berdebu?


Aku Malu Dengan-Mu
Oleh: Dhedi R Ghazali

Aku...
Berlumuran dosa-dosa
bermandikan air kubangan nista
kotor, busuk
tiang-tiangku remuk tak berbentuk
: melapuk

Ya Allah,
berulang dan berulang kali syetan berhasil membujukku
menebarkan benih-benih kemaksiatan
yang kini tumbuh menjadi pohon-pohon berbuah dosa
berakar menjalar, menjalari setiap perbuatan

Ya Allah,
berkali-kali dan berulangkali iman ini mati
lemah tak terpapah
: enyah sudah

Ya Allah,
ampunilah aku
belenggulah nafsu yang menggebu
kokohkanlah tiang-tiangku
berikanlah hidayah-Mu
tumbangkanlah pohon-pohon dosaku
tebarkanlah dzikir-dzikir di hatiku
kembalikan aku ke jalan-Mu
aku mohon kepada-Mu

Sesungguhnya aku malu pada-Mu
dengan segala kesadaranku

Yogya, 1 April 2014



Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silahkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun. Setelah membaca, saya harap juga bisa meninggalkan komentar serta like fans page kehidupan tanpa batas.  Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Barangsiapa yang memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yang melakukan kebaikan itu.” (HR Muslim)




Kehidupan Tanpa Batas

Puisi Kehidupan ( Dibantai Keadaan )

Dhedi R Ghazali | Saturday, May 03, 2014 | 0 komentar
 
Puisi Kehidupan ( Dibantai Keadaan )

Dibantai Keadaan
Oleh: Dhedi R Ghazali

Mampus aku!!!
Denting hinaan terdengar
semerdu suara peluru-peluru,
berhamburan di medan perang

Jiwaku merenung di sudut kekalutan
diterkam nuansa mencekam...
Mungkinkah aku bertahan?

Entahlah...
suasana ini telanjangi hati
Hingga terlihat jelas
lebam biru menyelimutinya
Begitu terlihat pun berbau busuk
membangkailah sudah,
Berdarah, bernanah
; mampus sudah!

Yogya, 06 April 2014
Kehidupan Tanpa Batas

Sahabat Terbaik Adalah Orang Tua Kita

Dhedi R Ghazali | Friday, May 02, 2014 | 0 komentar
Sahabat Terbaik Adalah Orangn Tua Kita
Setiap orang tentu mempunyai sahabat. Entah berapapun banyak sahabat yang kita punya, pasti pula akan ada satu sahabat yang akan sangat berkesan dan berpengaruh dalam kehidupan yang kita jalankan. Di sisi lain kita juga tak bisa menutup mata jika terkadang justru orang yang selama ini kita anggap sebagai sahabat kita ternyata mengkhianati kepercayaan yang kita berikan kepadanya. Sering saya mendengar teman dan sahabat saya mencurahkan isi hatinya. Mereka telah sangat percaya kepada seseorang dan menceritakan keluh kesah kepadanya, tidak hanya hal yang bersifat biasa bahkan hal yang bersifat rahasia serta pribadipun telah diceritakan. Akan tetapi apa mau dikata, setiap orang mempunyai sifat yang mudah berubah layaknya musim yang selalu mengalami perubahan. Pada akhirnya semua yang dia ceritakan justru diceritakan kepada orang lain sehingga cerita itu menyebar luas bagaikan diterbangkan angin dan membisikkan semua kepada telinga-telinga yang dilaluinya. Pernahkah hal ini terjadi pada Anda?

Secara pribadi saya sendiri pernah mengalami hal tersebut. Sebuah penghiantan diguratkan oleh sahabat saya sendiri. Ternyata lamanya persahabatan tidak bisa menjadi jaminan dan hitungan. Sudah hampir 3 tahun saya bersahabat dengan dia. Akan tetapi hanya karena adanya kesalahpahaman serta adu domba pihak ketiga akhirnya sahabat saya itu saat ini seolah menjadi musuh saya sendiri. Pengkhiantan telah dia berikan, bahkan sampai dia menyebarkan berita yang seharusnya menjadi rahasia antara dia dan saya. Entah apa yang ada dibenak sahabat saya itu. Sungguh dia berubah begitu cepat dan dengan alasan yang sampai saat ini belum saya temukan. 

Penghianatan
Oleh: Dhedi R Ghazali

Jubah kesabaran ini terlalu berat
Kutanggalkan saja biar sabarku bebas bergerak
Biarkan saja kesana kemari dan lalu pergi
Meninggalkan tubuh telanjang ini

Tubuhku kini telanjang kawan
Hingga terlihat jelas sayat-sayat hianat yang kau gurat...
Tidakkah kau iba?
Sedang kulihat kau tertawa

Tak sadarkah kau
telah menginjak-nginjak aku saat tubuhku tersungkur?
Atau mungkinkah kau lupa
akan aku yang selalu ada disetiap keadaan yang menerpa?

Dimana janji setiamu itu?
Hingga kau lindas aku dengan keangkuhanmu
Kau datang saat kau membutuhkan
Sedang kau pergi saat aku sendiri

Sudahlah kawan
Kesabaran ini tak lagi sekuat karang
Kini telah hancur diterpa topan penghianatan
Semua yang pernah kita lewatkan
Hanyalah sebatas kenangan yang tak layak untuk dikenang

Aku pergi kawan
Menikmati perihnya sayatan yang kau guratkan
Dengan sengaja dan dengan sadar adanya.

Yogya, 12 April 2014

Setelah saya pikirkan, ternyata saya menemukan hal yang mungkin selama ini saya lupakan. Apa itu? Hal tersebut adalah sesungguhnya sahabat yang paling dekat dan paling tepat untuk kita jadikan tempat mencurahkan isi hati adalah keluarga dan saudara kita sendiri. Bukan berarti kita tidak perlu mencari sahabat, kita tetap harus mempunyai sahabat karena bagaimanapun juga kita tidak akan bisa hidup sendirian tanpa adanya sahabat yang mendampingi setiap langkah kita. Akan tetapi akan lebih baik jika kita tidak menceritakan semua permasalahan terutama permasalahan yang pribadi kepada sahabat kita tersebut. Bagaimanapun juga kita harus tidak mudah percaya dengan orang lain meskipun orang tersebut sudah dekat dengan kita. 

Itulah sekelumit cerita nyata yang saya alami sendiri. Semoga dengan sedikit rangkaian kalimat tersebut dapat berguna bagi kita. Ingatlah sesungguhnya kita telah mempunyai sahabat terbaik yang begitu dekat dengan kita dari kecil dan tak akan pernah tergantikan, mereka adalah Ayah dan Ibu kita ( Orang Tua Kita ). Jadi akan lebih bijak jika kita bisa menyisakan waktu dalam kesibukan kita sehari-hari untuk share dengan mereka. Jika kita saja mau untuk bercengkrama dan bermain dengan teman-teman kita, lantas apa kita tidak bersalah jika kita tidak melakukan hal yang sama kepada kedua orang tua kita?


Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silahkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun. Setelah membaca, saya harap juga bisa meninggalkan komentar serta like fans page kehidupan tanpa batas.  Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Barangsiapa yg memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yg melakukan kebaikan itu.” (HR Muslim)


Kehidupan Tanpa Batas

Menggapai Cita-Cita ( Kisah Nyata )

Dhedi R Ghazali | Thursday, May 01, 2014 | 5komentar
Menggapai Cita-Cita ( Kisah Nyata )
Assalamualaikum wr.wb
Dengan mengucap Bismillah,
     Lewat tulisan ini saya akan menceritakan pengalaman saya selama melalui berbagai proses rekrutmen CPNS ( Calon Pegawai Negri Sipil ) Kementerian Hukum dan HAM Kantor Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Semoga tulisan ini bermanfaat dan mampu menjadi penyemangat serta motivasi bagi para rekan-rekan yang nantinya akan mencoba untuk mendaftar menjadi CPNS Kementerian Hukum dan HAM di tahun-tahun berikutnya.
    Sebelum saya memulai cerita dan pengalaman saya, alangkah baiknya saya memberitahukan kepada para pembaca , apa yang nantinya akan saya ceritakan lewat tulisan ini adalah sebuah fakta yang insyaallah tidak ada rekayasa didalamnya.  Nama saya Dhedi Rusli Ghazali, tinggal di Kabupaten Bantul. Saat ini sedang menempuh kuliah disalah satu Universitas Swasta di Yogyakarta, Jurusan Sistem Informasi. Saya merupakan salah satu pendaftar CPNS yang lolos seleksi di Kementerian Hukum dan HAM Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2012. Insyaallah tertanggal 1 April 2013 SK saya sudah turun dan selangkah lebih dekat untuk menggapai cita-cita saya menjadi seorang PNS. Saya adalah anak ke 2 dari 3 bersaudara di sebuah keluarga yang sederhana. Meskipun demikian saya sangat berbangga dan bersyukur telah dikaruniakan keluarga yang menurut pribadi saya amat sangat berharga dan tak akan ternilai harganya, terutama kedua orang tua saya yang selalu memberikan semangat disaat saya melewati masa-masa sulit ketika proses rekrutmen CPNS KEMENKUMHAM DI. Yogyakarta. Ayah saya hanyalah seorang penjahit sederhana yang membuka usaha dirumah, sedangkan ibu saya adalah seorang pedagang makanan tepatnya berjualan Soto dan gado-gado. Kenapa saya menceritakan latar belakang keluarga saya, hal ini dikarenakan saya ingin memberikan sebuah pesan kepada pembaca bahwa dalam mencapai sebuah cita-cita khususnya cita-cita menjadi PNS Kementerian Hukum dan HAM, latar belakang keluarga “TIDAK” bisa dijadikan alasan untuk kita pesimis dan menyerah dalam menggapai cita-cita tersebut. Karena didalam syarat-syarat mendaftar CPNS khususnya Kementerian Hukum dan HAM “TIDAK” ada syarat yang menganjurkan kita harus berasal dari keluarga yang mampu, kaya, terpandang dan lain sebagainya. Maka jangan pernah menjadikan latar belakang keluarga sebagai alasan serta hambatan untuk tidak berusaha menggapai apa yang kita inginkan terutama dalam usaha menjadi PNS Kementerian Hukum dan HAM. Karena jika kita merasa minder dengan latar belakang keluarga kita, maka bisa saya katakan “ ANDA TELAH MENYERAH SEBELUM BERPERANG “ .

    Keberhasilan saya dalam menggapai cita-cita saya untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil dan insyaallah menjadi Pegawai Negeri Sipil Kementerian Hukum dan HAM bukanlah suatu keberhasilan yang mudah didapat dengan cara yang instan. Semua saya gapai dengan penuh perjuangan, pengorbanan dan semangat serta percaya diri yang tinggi. Bukan kali pertama pula saya mendaftar CPNS Kementerian Hukum dan HAM. Saya sudah 2 kali mendaftar CPNS kementerian Hukum dan HAM Kantor Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kenapa saya bercita-cita menjadi seorang PNS, jujur karena saya ingin mengangkat derajat orang tua saya di mata masyarakat dan menunjukkan kepada masyarakat bahwa saya dan keluarga saya mampu serta sanggup berperestasi. Tak dipungkiri, menjadi PNS adalah keinginan banyak orang tak terkecuali pemuda didaerah kelahiran saya, karena menjadi seorang PNS akan secara otomatis membuat kita mempunyai sebuah kedudukan dimasyarakat dan tidak akan dipandang sebelah mata lagi. Dikehidupan sekarang, kesenjangan sosial sangat terasa dilkalangan masyarakat. Untuk itulah saya ingin sekali membuktikan bahwa saya mampu menjadi PNS melalui seleksi serta lolos dengan murni tanpa menggunakan “JASA”. Karena yang selama ini sangat melekat dimasyarakat bahwa seorang yang  lolos seleksi CPNS sebagian besar adalah “ ORANG BAWAAN”. Bagi saya semua itu tidak membuat Pesimis saya, apapun yang kita inginkan harus kita usahakan. Sebagai manusia kita hanya bisa berncana dan berusaha, sedang hasil akhir adalah sepenuhnya Kehendak Allah SWT.

    Tahun ini bukanlah pertama kalinya saya mendaftar CPNS Kementerian Hukum dan HAM DI Yogyakarta. Sudah 2 kali saya mendaftar, dan alhamdulillah pendaftaran tahun 2012 ( pendaftaran kedua ), saya dapat lolos seleksi dan menjadi CPNS tertanggal 1 April 2013 di Kementerian Hukum dan HAM DI. Yogyakarta. Pada tahun 2010 yang lalu, saya juga mendaftar CPNS. Waktu itu saya tidak lolos seleksi ditahap Tes Tertulis. Pada pendaftaran pertama tersebut, beredar dimasyarakat bahwa 80% sudah orang “BAWAAN”, sedang sisanya baru lolos seleksi murni. Saya waktu itu sempat pesimistis, namun seiring waktu dan atas nasehat orang tua saya, saya tidak pernah memikirkan berita tersebut. Entah berita itu benar atau salah, saya tidak mau tahu. Yang saya lakukan hanyalah berusaha dan terus berusaha agar saya bisa lolos seleksi tersebut. Singkat cerita dipendaftaran tahun 2010 tersebut saya hanya sampai pada tes tertulis dan tidak lolos dites tersebut. Sempat saya merasakan prustasi dan mulai putus asa waktu itu. Dipikiran saya mulai menyeruak sekumpulan mainset yang negatif. Saya mulai berfikir bahwa saya memang tidak mampu menjadi PNS dan parahnya lagi saya juga berfikir bahwa menjadi seorang PNS hanyalah diperuntukkan orang-orang yang mempunyai modal Uang yang besar. Pemikiran-pemikiran negatif tersebut sangat mengganggu pikiran saya selama 1 tahun teakhir sehingga saya memutuskan untuk meneruskan Pendidikan saya kejenjang perguruan tinggi dan berniat tidak akan mendaftar menjadi PNS lagi.

    Selang 2 tahun kemudian tepatnya sekitar pertengahan bulan Juli tahun 2012, dibuka kembali rekrutmen CPNS Kementerian Hukum dan HAM. Waktu itu saya sudah berada disemester 6 awal semester 7. Suatu hari saya didatangi teman, sebut saja namnya Galih. Saya tidak akan lupa dengan dia, karena tanpa dia saya tidak akan pernah lolos seleksi CPNS Kementerian Hukum dan HAM Kantor Wilayah DI Yogyakarta. Waktu itu kalau tidak salah tepat 3 hari sebelum pendaftaran ditutup, Galih datang kerumah saya dan memberitahu kalau ada lowongan kerja CPNS via online. Dia mengajak saya untuk ikut mendaftar, saya sempat ragu-ragu selain karena saya berniat menyelesaikan kuliah dulu dipikiran saya juga masih ada sisa-sisa kekecewaan kegagalan waktu pendaftaran tahun 2010. Saya menanggapi ajakan itu dengan tidak serius dan hanya tersenyum-tersenyum saja waktu itu. Akhirnya saya menolak untuk ikut mendaftar. Malam harinya  setelah makan malam bersama ayah saya, sekitar pukul 19.30 WIB, saya sharing dengan beliau. Meminta pendapat beliau sebaiknya apa yang harus saya lakukan, ikut mendaftar atau tidak. Selama 30 menit beliau meberikan pendapat yang menurut saya juga sebagai pelecut semangat saya. Beliau berkata yang intinya , tidak ada salahnya mencoba. Kalau kita tidak mencoba, kita tidak akan tahu apa hasil yang kita dapat. Seandainya kita gagal, pasti kita akan mendapatkan pengalaman berharga yang tidak bisa dibeli dengan apapun. Ada kata-kata yang sampai saat ini masih sangat melekat dipikiran saya, beliau berkata “ Le, awake dhewe manungso iku mung iso berencana lan usaha, nek masalah hasile iku wes wewenange Gusti Allah. Nek awake dhewe ra usaha lan doa, Gusti Allah ra bakal ngenehi dalan !” Artinya, Nak, kita manusia itu hanya bisa berencana dan berusaha, sedang maslah hasil itu adalah Kehendak Allah SWT. Kalau kita tidak mau berusaha dan berdoa, Allah SWT tidak akan memberi jalan kepada kita. Kata-kata itulah yang sampai saat ini menjadi prinsip saya dalam menjalani kehidupan, nasehat itu pula yang membuat saya kembali bergairah untuk memulai dari awal usaha saya dalam menggapai cita-cita saya menjadi Pegawai Negeri Sipil Kementerian Hukum dan HAM.

    Akhirnya saya bertekad untuk berusaha kembali mendaftar CPNS dan membuang jauh-jauh masa lalu ditahun 2010 yang gagal melewati seleksi CPNS. Seketika setelah saya sharing dengan ayah saya, sekitar pukul 20.30 WIB saya langsung pergi kewarnet untuk mendaftar online. Saya mendaftar menggunakan ijazah SMA sebagai Pengamanan Pemasyarakatan ( sipir ). Dari sinilah awal cerita perjuangan saya melewati tahapan demi tahapan samapai akhirnya saya lolos seleksi CPNS Kementerian Hukum dan HAM tahun 2012. Pagi harinya, berarti 2 hari sebelum pendaftaran ditutup, saya harus bisa melengkapi syarat-syarat administrasi yang nantinya dikirim ke Kantor Wilayah. Saya benar-benar memulai dari nol, belum ada satu syaratpun yang sudah saya miliki. Mulai dari legalisir ijazah SD, SMP dan SMK, SKCK, Kartu Pencari Kerja, Surat keterangan Sehat dan syarat-syarat lainnya. Sempat saya kembali berfikir apakah saya sanggup melengkapi syarat-syarat tersebut selama 2 hari ??. Namun saya teringat kata-kata ayah saya yang menuntut saya untuk berusaha sekuat mungkin. Dan disinilah kata-kata orang tua saya terbukti, bahwa pengalaman itu akan sangat berharga dikemudian hari. Karena pengalaman saya mendaftar CPNS tahun 2010, maka saya sudah tahu apa saja yang perlu saya lakukan pertama kali untuk melengkapi syarat-syarat tersebut. Belajar dari pengalaman sebelumnya, maka percaya diri saya mulai tumbuh. Hari pertama saya lewati untuk mencari surat keterangan sehat serta legalisir ijasah. Malam harinya saya membuat surat lamaran. Hari berikutnya saya melengkapi syarat yang lain yaitu mencari SKCK dan Kartu Pencari Kerja. Sampai akhirnya semua syarat sudah lengkap dan tinggal menngirim via pos.
Setelah menunggu beberapa hari, akhirnya keluar pengumuman bahwa saya lulus seleksi berkas. Dan menuju tahap berikutnya yaitu cek fisik dan penyesuaian berkas yang telah dikirim via pos dengan data yang asli. Saat tahap berikutnya, saya tidak sendirian lagi. Galih juga lolos tahap pertama, dan mulai dari sini saya melanjutkan tahap berikutnya bersama dia. Mulai dari sini pula ada kejadian yang lucu sekaligus membuat saya mengalami kejadian yang tidak mengenakkan. Ditahap cek fisik saya lalui dengan mulus, maklumlah secara fisik tahun kemarinpun mulai dari berat badan, tinggi badan saya sudah memenuhi syarat, jadi sudah optimis lolos. Namun ternyata ditahapan penyesuaian berkas, tidak saya lalui dengan mulus. Waktu itu ternyata ada salah satu surat yang lupa tidak saya bawa yaitu KK ( Kartu Keluarga ). Dan itu saya sadar saat ditanya oleh panitiua seleksi,
“ KK dibawa gak mas ???”.
 Karena gugup, saya jawab aja “  Gak bawa Bu, terus gimana Bu??.
Panitia tersebut jawab “ YA kalau tidak ada KK berarti gak lengkap, dan tidak lulus”. Seketika itu juga saya terdiam, dan mulai kebingungan.
Akhirnya saya mendapatkan ide, saya bertanya pada panitia tersebut” Kalau saya ambil dulu gimana bu?
Dijawab “ Bisa saja, tapi harus antri dari awal “.
Akhirnya saya putuskan menghubungi adik saya untuk membawakan KK tersebut ke tempat pendaftaran. Waktu itu pas Puasa Ramadhan, dan saya harus mulai antri di antrian paling belakang. Seharian saya menunggu giliran, cuaca panas menyengat tak saya hiraukan dan Alhamdulillah meskipun demikian saya tetap mampu melanjutkan puasa saya. Sampai akhirnya saya lolos tahap tersebut dan lanjut ke tahap tes SAMAPTA.
Karena jadwal tes SAMAPTA masih lama, maka ada waktu untuk mempersiapkan fisik dengan latihan-latihan. Sedikit banyak saya tahu apa saja yang dilaksanakan saat tes tersebut dari pengalaman pendaftaran tahun 2010. Selang waktu , saya tidak hanya berdiam diri. Setiap 2 x dalam seminggu saya latihan, seperti lari sore, latihan push up dan benar-benar melatih fisik saya untuk menghadapi tes selanjutnya. Saat itupun saya sudah mulai mencari latihan-latihan soal online tes tertulis, berkaca dari pengalaman tahun 2010 yang gagal dalam tes tertulis saya bertekad untuk benar-benar memanfaatkan waktu saya untuk belajar dan belajar. Saya optimis sekali akan lolos tes SMAPTA, dan akan mampu melanjutkan tes tertulis. Maka itu saya mulai belajar. Setiap malam saya belajar mengerjakan soal-soal tertulis yang bisa didownload gratis. Maklum, mengingat keuangan yang minim jadi Cuma bisa belajar dengan soal-soal gratis, bukan dari buku-buku yang dijual. Tidak cukup sampai disitu, selain mengumpulkan soal-soal CPNS, saya juga mencari inspirasi dari orang-orang yag telah diterima menjadi PNS . Ketika banyak rekan-rekan yang sibuk dengan kuliah yang sudah mulai masuk semester2 akhir, kebetulan waktu itu juga pas saat saya sedang menjalankan KKL ( Kuliah Kerja Lapangan ) justru saya palah menyibukkan diri dalam persiapan tes CPNS tahap berikutnya, sampai pada akhirnya kuliah saya sempat terbengkalai dan nilai yang didapat pun tidak sebagus nilai-nilia kemarin. Yang ada dipikiran saya waktu itu hanyalah, kesempatan ini tidak boleh saya lewatkan sedang masalah kuliah bisa diperbaiki nilainya dengan jalan mengambil ulang mata kuliah meskipun harus memabayar registrasi ulang setiap SKSnya, namun saya berfikiran kalau saya diterima CPNS kali ini, saya rasa masalah uang tidak akan terlalu menyulitkan lagi. Kembali saya teringat nasehat ayah saya yang mengatakan manusia hanya bisa berusaha dan berdoa. Saya mulai berdoa setiap saat, setiap shalat maghrib serta shalat isya saya berjamaah dimasjid dan setiap selesai shalat saya selipkan doa agar saya dilancarkan dalam menghadapi tes CPNS serta lolos dalam setiap tahap seleksinya. Kebetulan waktu itu pula sedang dalam bulan ramadhan, saya juga kadang melaksanakan shalat malam dimasjid bersama Ayah saya disitu pula saya tidak lupa meminta dan memohon pertolongan dari Allah SWT. Tidak cukup disitu saja, saat hari raya, didaerah saya ada tradisi “ Sungkeman”. Tradisi ini adalah sungkem pada saudara serta tetangga yang lebih tua dari kita, saat sungkeman pun saya meminta doa dari orang-orang yang saya sungkemi, setiap sungkeman saya selipkan doa “ kula nyuwun donga pangestunipun mugi-mugi nopo kemawon ingkang kula cita-cita aken saget dipun ijabahi kalian Allah SWT “ Artinya, saya minta doanya agar apa saja yang saya cita-citakan dapat dikabulkan oleh Allah SWT. Waktu itu didalam hati saya berkata cita-cita saya untuk saat ini adalah diterima CPNS, semoga cita-cita tersebut dapat tercapai.

Singkat waktu tibalah waktu tes SMAPTA dimulai. Waktu itu tes dilaksanakan di Stadiun Mandala Krida Yogyakarta. Saat tes tersebut setiap peserta dianjurkan untuk membuat nomor dada yang telah ditentukan oleh panitia. Malam hari sebelumnya saya sudah membuat nomor tersebut, namun kembali lagi terjadi kejadian yang tidak diduga. Nomor yang harusnya ditulis 4 digit angka terakhir nomor pendaftaran, ternyata saya hanya menuliskannya 3 digit. Panitiapun tidak menerima hal tersebut, akhirnya saya kembali keluar stadiun saya lihat diluar banyak orang yang menyediakan jasa pembuatan nomor dada. Namun kalau tidak salah , setiap nomor dada dihargai 20 ribu. Sedangkan saya hanya membawa uang 15 ribu, saya sempat kebingungan. Akhirnya saya berinisiatif untuk membuat ulang nomor dada saya, nomor dada yang sudah saya buat saya renovasi untuk membuat nomor dada baru. Saya mencari toko yang menjual spidol warna hitam, akhirnya saya beli spidol tersebut dengan harga Rp. 2000. Saya tulis kembali nomor yang 4 digit dibalik nomor yang 3 digit, menuliskannya pun tidak sesuai aturan mungkin waktu itu nomor dada yang paling jelek adaah milik saya. Maklum dibuat mendadak saat itu juga. Akhirnya nomor dada tersebut selesai saya kerjakan, dan mulai antri mendaftar tes lagi dari urutan belakang lagi. Saat itu sudah pukul 11 siang saya akhirnya mendapat giliran. Saat saya dipanggil, untuk tes SMAPTA, salah seorang panitia bertanya, “ Mas nomor dadanya kug penulisannya tidak sesuai dengan ketentuan “. Saya pun menceritakan hal yang terjadi sebenarnya, untunglah panitia tersebut mengerti dan mengizinkan saya uttuk mengikuti tes tersebut. Waktu tes tersebut saya mampu berlari 6 putaran lapangan selama 11 menit, mampu sit Up sebanyak 40 x daam 1 menit, push up 20 x dalam 1 menit dan lari zig-zag sebagai yang tercepat dalam kelompok saya. Akhirnya tes tersebut mampu saya lewati, dan tinggal menunggu pengumuman dari panitia.

Akhirnya tibalah hari pengunguman kelolosan tes SMAPTA, waktu itu pengumuman ditempel didaerah Kanwil Kemenkumham DI. Yogyakarta, saya pun datang kesana dan Alhamdulillah lolos tes SMAPTA. Yang lolos tes tersebut masih berjumlah ribuan orang.  Saat melihat pengumuman tersebut, banyak orang yang menjajakan soal-soal latihan soal-soal CPNS. Waktu itu banyak rekan-rekan yang lolos berbondong-bondong membeli latihan soal tersebut, namun tidak bagi saya karena memang tidak mempunyai uang. Namun saya tidak begitu saja menyerah, saya mencari kenalan yang membeli soal-soal tersebut, dan saya pinjam untuk difoto copy yang harganya akan relatif lebih murah. Akhirnya saya pun juga punya latihan soal tersebut, meskipun hanya foto copy. Bagi saya yang penting masih bisa dibaca dan dipelajari.  Hari demi hari menunggu waktu tes tertulis saya lewati dengan terus mempelajari kumpulan soal yang saya punya, baik hasil download di internet maupun pinjam dari teman. Selama itupun saya mulai teringat masa lalu yang gagal dalam tes tertulis, namun justru hal tersebutlah yang memicu semangat saya untuk lebih keras berusaha. Waktu itu pula, nada-nada pesimis dari teman-teman dan tetangga mulai terdengar. Tetangga dan teman-teman saya mulai berkata, “ Kowe ra bakal iso lolos, sing lolos ki wes cah gawan kabeh, rasah mimpi dhuwur-dhuwur mung stres ngko, mending fokus kuliah”. Artinya, “ Kamu tidak akan bisa lolos, yang lolos itu sudah orang “BAWAAN” semua, tidak usah bermimpi tinggi-tinggi daripada palah stres, lebih fokus kuliah saja “. Namun saya Cuma tersenyum saja mendengar kata-kata tersebut, sambil saya jawab “ arep wong gawan, ora gawan, ra tak pikir. Sing penting aku wes usaha karo doa, nek ra lolos yowes berarti dudu rezekiku”. Artinya, Mau orang “bawaan” atau tidak, saya tidak mau memikirkan hal itu. Yang penting saya sudah berusaha dan berdoa, jika memang tidak lolos ya berarti bukan rezeki saya.

Banyak sekali berita yang beredar tentang orang “BAWAAN” waktu itu, tapi saya tidak mau tahu dan tidak mau terpengaruh dengan kata-kata tersebut. Tetap optimis dan tetap belajar untuk menghadapi tes tertulis, itulah hal yang saya lakukan. Toh yang mendaftar itu saya, bukan mereka yang bisanya Cuma ngomong saja tanpa tahu fakta yang ada. YA meskipun entah berita itu benar atau tidak, saya juga tidak tahu dan tidak mau tahu, saya tetap fokus terhadap usaha dan doa dalam mencapai tujuan saya. Sampai pada akhirnya malam hari sebelum ujian tertulis, saya menyiapkan alat-alat yang diperlukan. Pagi harinya, tes tertulis dimulai. Sebelum berangkat, saya sempatkan melakukan shalat dhuha terlebih dahulu untuk meminta kemudahan pada Allah SWT. Setelah itu, saya sungkem pamit dengan ayah,ibu dan nenek saya dan meminta doa mereka. Ditempat ujian, saya lihat disamping saya sudah membawa pensil baru, penghapus baru, pengerta baru, dan alas papan yang terlihat baru pula. Saya pun mulai menyiapkan peralatan, yang saya bawa adalah pensil yang tinggal seperempat batang, penghapus yang tinggal separo dan alas papan yang saya buat sendiri dari triplek bekas maenan ponakan saya. Yang sering dia gunakan untuk belajar menulis dan menghitung dengan kapur. Maklum saya hanya ingin mamksimlakna alat-alat yang sudah ada dan masih bisa digunkan, toh juga Cuma digunakan untuk satu hari tersebut, jadi saya tidak membeli peralatan baru. Tibalah waktu tes dimulai, saat tes dilaksanakan, banyak rekan-rekan sekitar saya duduk yang saling contek mencontek satu sama lain, . Bahkan ada yang sempat minta jawaban dari saya, namun saya hanya diam. Sampai akhirya dia berbisik pada teman sebelahnya menyindir saya dengan kata-kata “ Sok pintar , gak bakalan lulus dia”. Saya pun tidak gubris kata-kata mereka, Cuma beristighfar dan tetap fokus mengerjakan soal tersebut. Sisa waktu tinggal sebentar lagi, rekan-rekan yang lain sudah mulai berhamburan keluar ruangan. Namun tidak bagi saya, waktu yang masih ada saya gunakan untuk mengoreksi ulang jawaban-jawaban saya. Sampai akhirnya dinyatakan waktu habis, baru saya keluar ruangan. Singkat cerita akhirnya tes tertulis tersebut sudah selesai saya hadapi.

Hari demi hari saat menunggu hasil tes tertulis, saya tetap memanjatkan doa agar dapat lolos tes tertulis tersebut. Saat itu pengumuman sempat ditunda sebanyak 2 x. Saya pun sempat mulai pesimis.Agar tidak terlalu kepikiran, saya kembali fokus dan mulai memperbaiki nilai-nilai kuiah saya serambi menunggu hasil tes tersebut. Suatu hari saya jatuh sakit karena terlalu kelelahan saat diajak saudara pergi kesragen ke tempat saudara saya. Saya sempat dirawat inap selama 3 hari. Di RS dokter mengatakan saya kecapekan dan terlalu banyak pikiran. Jujur mamang waktu itu saya kepikiran hasil tes yang sempat ditunda 2x, pesimistis sempat menyelubungi hati saya hingga saya jatuh sakit. Saat sakit saya Cuma bisa berbaring di RS, dan masih memikirkan hasil tes. Suatu hari ayah saya berkata “ Wes, rasah dipikerke, Insyaallah ketompo, tak dongake. Ndelok ne mu usaha wae aku wes seneng le “. Artinya : Sudah, tidak usah dipikirkan, Insyaallah diterima, tak doakan. Melihat usaha keras kamu saja, saya sudah senang nak. Mendengar kata-kata tersebut saya terenyuh dan pengen segera sembuh serta sangat berharap saya bisa lolos tes tersebut. Akhirnya saya diperbolehkan pulang oleh pihak RS, waktu itu kalau tidak salah tiga hari sebelum pengumuman tes yang ketiga kalinya. Tibalah waktu pengumuman tes, pagi hari sekitar pukul 10.00 WIB, saya pergi kewarnet untuk melihat pengumuman. Saat saaya buka pengumuman, begitu kaget bercampur senag, haru dan seolah tidak percaya , tenyata di pengumuman tersebut ada nama DHEDI RUSLI GHAZALI . Seketika itu juga saya bersujud syukur kepada Allah, hasilnya lalu saya print dan saya bawa pulang. Sesampainya dirumah, saya memberikan hasil tersbut, langsung ayah sama ibu saya memeluk saya dan mengucapkan selamat. Setelah itu, saya kabari kakak saya yang berada di Tegal, dia pun menangis mendengar kabar bahagia tersebut. Sungguh sangat bersyukur sekali Kepada Allah Yang telah mengabulkan doa saya. Meskipun demikian , masih saja ada beberapa orang yang belum percaya saya lolos tes. Bahkan sempat ada kata-kata “ Nganggo duit piro kowe kug iso ketompo’? Pakai uang berapa juk kamu bisa diterima. Saya jawab “ Po yo bakul soto ro tukang jahit duwe duit puluhan juta nggo mbayari ben ketompo???”. Apa penjual soto dan penjahit punya uang puluhan juta buat membayari biat bisa diterima???. Demi Allah dan Kedua orang tua saya, Saya bisa lolos tes ini tidak dengan uang suap satu rupiahpun.

Singkat cerita adalah menuju pemberkasan ulang. Dipemberkasan ulang saya harus menyiapkan dan membuat ulang kembali SKCK, Karti Pencari Kerja, Kartu Sehat dan surat bebas narkoba. Untuk membuat semua itu diperlukan uang ratusan ribu, dan jumlah tersebut bagi keluarga saya bukanlah jumlah yang sedikit. Terlebih lagi uang tabungan sudah terkuras untuk biaya pengobatan saya di RS. Sampai akhirnya orang tua saya menggunakan uang sisa tabungan untuk membayar kuliah adik saya. Saat itu saya berjanji, “ Besar uang yang sudah orang tusa saya keluarkan selama tes CPNS ini akan saya kembalikan 2 x lipat saat saya sudah mendapat gaji dari pekerjaan saya ini’. Itu dan nadzar saya. Melihat perjuangan, pengorbanan serta dukungan orang tua saya, saya akan memabalas semua itu dengan hasil jerih payah saya. Sebisa mungkin dengan gaji saya besok, saya akan membahagiakan dan membanggakan orang tua saya. Pada akhirnya, tanggal 1 April 2013 besuk adalah hari penyeraha SK. Saya diterima sebagai Pengamanan Pemasyarakatan di LAPAS II B Wates. Namun ini bukanlah akhir dari perjuangan saya untuk mendapat gelar PNS karena saat ini saya masih berstatus CPNS. Semoga saya segera diangkat sebagai PNS dan membuat bangga keluarga serta saudara-saudara saya. Dan lewat pekerjaan saya ini, sebisa mungkin saya akan mengabdikan diri saya untuk Allah SWT, untuk orang tua saya dan untuk Negara saya yaitu Negara Republik Indonesia. Itulah cerita dan pengalaman saya saat menjalani tahap demi tahap rekrutmren CPNS KEMENKUMHAM Kanwil DI. Yogyakarta, semoga bisa menjadi inspirasi dan semangat bagi rekan-rekan semua. Ada beberapa point penting yang ingi saya sampaikan bagi rekan-rekan yang ingin mendaftar CPNS terutama CPNS KEMENKUMHAM ditahun depan, yaitu :

1.    Jangan pernah menjadikan latar belakang keluarga dan kondisi ekonomi kita sebagai hambatan dan alasan dalam menggapai cita-cita. Apapun latar belakang keluarga kita, tidak pernah jadi masalah terutama utuk mendaftar CPNS Kementerian Hukum dan HAM.
2.    Jangan terlalu lama terpuruk dalam kegagalan, karena kegagalan bukanlah akhir akan tetapi jadikan kegagalan tersebut sebagai pengalaman untuk kemudian hari.
3.    Teruslah berusaha, karena kalau kita tidak mencoba dan berusaha kita tidak akan pernah tahu apa hasilmya. Jangan berfikir semua dalah keberuntungan, karena keberuntungan juga perlu diusahakan.
4.    Kita sebagai manusia hanyalah bisa berencana dan berusaha, sedang hasil akhir adalah milik Allah SWT. Tetaplah berdoa dan terus berusaha, jangan pernah berhenti mencoba karena kita akan kalah saat kita mulai berhenti untuk mencoba.
5.    Mohon doa dan restu orang tua dalah penting adanya. Tampa mereka kita tidak akan bisa apa-apa.
6.    Apapun kata orang lain yang negatif, jangan pernah terlalu difikirkan. Tetap optimis, dan fokus untuk mencapai tujuan kita.

Itulah cerita dari saya, dan saya tegaskan sekali lagi ini adalah realita, “ DEMI ALLAH DAN KEDUA ORANG TUA SAYA, SAYA LOLOS MENJADI CPNS KEMENKUMHAM TIDAK MENGELUARKAN UANG SUAP SATU RUPIAHPUN. SAYA LOLOS DENGAN HASIL USAHA DAN DOA”.
Semoga cerita ini bisa menjadi inspirasi serta motivasi. Sekian dan terima kasih. Saat ini saya tengah menempuh skripsi untuk mendapat gelar Sarjana Komputer, saya minta doa agar saya dapat lulus dengan hasil yang maksimal. Dan semoga saya bisa emnggapai cita-cita saya dan  diangkat menjadi PNS secepatnya. Amin .....

Wassalamualaikum,.wr.wb . . .


Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silahkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun. Setelah membaca, saya harap juga bisa meninggalkan komentar serta like fans page kehidupan tanpa batas.  Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Barangsiapa yg memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yg melakukan kebaikan itu.” (HR Muslim)



Kehidupan Tanpa Batas

Mohon Ampunan-Mu

Dhedi R Ghazali | Thursday, May 01, 2014 | 3komentar
Mohon Ampunan-Mu
Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Terbuai oleh kenikmatan dunia yang sesaat seringkali menjadi hal yang sering terjadi dalam kehidupan manusia di dunia ini. Terlebih jika kita kaitkan dengan kehidupan beragama maka yang akan ada hanyalah sebuah penyesalan yang akan berujung pada permohonan ampunan pada Tuhan. Saya yakin bahwa telah banyak puisi yang bertemakan "Mohon Ampun". Kali ini saya akan memposting sebuah puisi yang bertemakan " Mohon Ampun ". Sebuah puisi yang berisi renungan untuk kita semua agar selalu mengingat Allah SWT. Semoga puisi ini dapat bermanfaat. Aamiin.

Aku Mohon Ampun

Untaian doa dalam balutan ketulusan cinta
Kuterbangkan bersama keimanan yang kian pudar
Hanya teruntukmu Tuhan

Terlampau jauh hambamu ini tersesat
Terbuai nikmat-nikmat sesaat
; maksiat
...
Telanjangi ragaku
Sirami dengan ampunan-Mu
Harapku sekedar ridho-Mu

Hati ini terlalu memar
Tersamar oleh noda hitam yang menyerang
Hingga lebam biru semakin membiru
Membusuk terpenuhi laku-laku buruk

Aku bersimpuh
Dengan ikhlasku yang penuh
Aku bersujud
Bersama deraian airmata
Yang begitu saja keluar
Sesaat setelah kusebut namamu Tuhan

Tersungkur aku dalam tafakur
Mengenang kelam hidup yang sempat hancur
Merebah aku dalam muhasabah
Melemah tanpa pernah tersentuh sajadah

Aku ingin pulang Tuhan
Kejalan-Mu yang terang
Aku ingin ampunan Tuhan
Atas khilaf yang telah terjamahkan
Dalam setiap napas kehidupan yang masih kau berikan

Dhedi R Ghazali
Yogya, 1 Mei 2014


Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silahkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun. Setelah membaca, saya harap juga bisa meninggalkan komentar serta like fans page kehidupan tanpa batas.  Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Barangsiapa yg memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yg melakukan kebaikan itu.” (HR Muslim)

Kehidupan Tanpa Batas

Dimanakah Nuranimu, Ibu

Dhedi R Ghazali | Tuesday, April 15, 2014 | 0 komentar
Dimanakah Nuranimu, Ibu
Rabu, 02 April 2014 di salah satu perempatan di Kota Yogyakarta saya menemukan sebuah hal yang begitu memprihatinkan. Saat itu saya sedang dalam perjalanan menuju kost salah satu teman saya. Singkat cerita di sebuah perempatan bertepatan dengan nyala lampu merah saya melihat anak kecil. Umur anak tersebut mungkin sekitar 7-8 tahun. Dengan bermodal plastik putih transparan dia menghampiri dan berkata "Pak, minta uangnya Pak. Buat biaya sekolah". Saya pun langsung merogoh uang di saku saya dan memberikannya pada anak tersebut. "Terimakasih Pak", jawab anak itu serambi berjalan menghampiri pengguna jalan lainnya.

Terlintas banyak pertanyaan di benak saya saat itu. Rasa miris menghinggapi hati bersama rasa iba yang mengikuti menyusup ke dalam nurani. Waktu itu saya lihat hanya ada beberapa uang receh Rp.500 yang ada di dalam plastik genggamannya. Mungkin jika dijumlahkan semuanya tak lebih dari Rp.5000. Tersentak batin ini ketika melihat anak tersebut menghampiri wanita separuh baya di seberang jalan. Tanpa berkata apa-apa langsung saja anak itu memberikan plastik berisi uang kepadanya dengan senyum yang begitu tulus. Saya berpikir itu adalah ibunya. "Ibu macam apa itu?". Pertanyaan tersebut yang selanjutnya menyeruak di kepala saya. Di saat anaknya meminta-minta mengais rizki di tengah jalan, berjalan menghampiri setiap pengguna jalan, berbalut debu jalanan serta disengat terik siang sedangkan Ibunya justru duduk manis di seberang jalan serambi sesekali menyeruput seplastik es teh di genggamannya.

Di sepanjang jalan, yang ada di pikiran saya masih saja tentang anak itu. Terlintas pikiran, waktu itu dia bilang untuk biaya sekolah. Padahal saat itu pukul jam 10:00 WIB, bukankah saat itu adalah waktu jam sekolah?. Entahlah, saya tidak mempermasalahkan anak itu bohong atau tidak. Melihat keluguan dan kepolosannya, saya rasa jika dia bohong itu semua adalah Ibunya yang mengajari. Yang jelas, jika memang wanita itu adalah Ibu kandungnya, maka Ibu tersebut adalah Ibu yang tidak bertanggung jawab. Seorang Ibu yang telah merenggut masa depan anaknya sendiri. Dalam hati, saya hanya bisa berdoa "Ya Allah, berikanlah hidayah kepada Ibu tersebut. Jadikanlah anak itu menjadi anak yang sholeh, terangilah masa depannya dan lindungilah setiap jengkal langkahnya. Bukakan lebar-lebar pintu rizkinya dan jadikanlah dia penghuni surga-Mu. Aamiin"

Saya yakin masih banyak anak-anak di luar sana yang nasibnya tidak jauh beda dengan anak yang saya ceritakan. Secerca penerus Bangsa yang teraniaya oleh ulah para Pemimpinnya. Pemimpin-pemimpin korup yang tak tahu malu. Dimana UUD yang dengan jelas menyatakan anak-anak terlantar dipelihara Negara? Kami tunggu janji-janjimu di orasi-orasi kampanyemu.


Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silahkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun. Setelah membaca, saya harap juga bisa meninggalkan komentar serta like fans page kehidupan tanpa batas.  Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Barangsiapa yg memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yg melakukan kebaikan itu.” (HR Muslim)

Kehidupan Tanpa Batas

Puisi Dari Balik Jeruji Besi

Dhedi R Ghazali | Monday, April 14, 2014 | 0 komentar
Puisi Dari Balik Jeruji Besi


Di Balik Jeruji Besi
Oleh:Dhedi R Ghazali

Di balik jeruji besi ini
Kisah usam coba dia hapus
dengan waktu yang dia tebus
Membakar hangus kekhilafan yang sempat memberangus

Di balik jeruji besi ini
Lembar noda hitam coba dia putihkan
Dengan kurungan penebusan

Yogya, 12 Juli 2013


Doa di Balik Penjara
Oleh:Dhedi R Ghazali

Tuhan,
Jika memang ini jalan menuju Nirwana
Aku relakan helaian napasku di dalam penjara
Biarkan orang berkata apa
Biarkan mereka tertawa sepuasnya
Tak mengapa mereka menganngapku hina
Asal Engkau lebur semua dosa
Jadikan hina menjadi mulia

Yogya, 05 Nofember 2013

Aku Malu
Oleh: Dhedi R Ghazali

Aku malu
Pada hamba-hambaMu di balik jeruji besi itu
Aku bahkan merasa lebih hina dari mereka
dari mereka para penikmat dinding-dinding penjara
Setiap 5 waktu mereka menemui-Mu
Selalu saja dalam barisan-barisan
Sedangkan aku kerap sendirian
Rela mereka sisakan sepertiga malam
Sedang sepertiga malamku hanyut dalam mimpiku
Ikhlas mereka selipkan waktu kala fajar
Sedang fajarku termakan kesibukanku
Tak henti mereka panjatkan ayat-ayat suci
Sedang ayat-ayat suci ku tersungkur di lemari-lemari berdebu
Sungguh aku malu!!!

Yogya, 12 Desember 2013


Senandung Penikmat Penjara 
Oleh: Dhedi R Ghazali

Di tempat ini
Dalam lingkaran sepi di balik jeruji besi
Buah dari kebusukan yang kulakukan
Tempat penebusan atas segala kekhilafan

Di tempat ini
Tak kulihat bintang di kegelapan malam
Hanya atap-atap penyesalan yang bertaburan
Tak kulihat purnama yang memanja
Hanya tarian dosa yang tertawa    
Tak kudengar ocehan-ocehan penuh kebebasan
Hanya siulan kenestapaan yang memuakkan
Dan kini itu semua membuatku terbiasa
Menjelma menjadi teman setia di balik penjara

Yogya, 17 Oktober 2013


Bosan
Oleh: Dhedi R Ghazali

Dari pagi, siang hingga malam menjelang
Dari detik, menit, jam, hari hingga bulan saling menggantikan
di balik dinding-dinding penebusan
Dan aku pun mulai bosan

Yogya, 19 Desember 2013

Di Balik Penjara
Oleh:Dhedi R Ghazali

Dengarkanlah senandung insan terkurung
Termenung dalam pangkuan hukum
Ling-lung limbung tak berujung

Embun pagi tak menyapa
Terhalang dinding-dinding sekeras baja

Di balik penjara
Aku belajar untuk mengerti agama
Di balik penjara
Aku mengerti akan pahala dan dosa
Di balik penjara
Aku pahami kasih sayang orang tua
Di balik penjara
Aku temui kuasa-Nya
Dan di balik penjara
Aku dapatkan semua
yang tak kudapatkan dalam hidupku sebelumnya

Yogya, 05 Februari 2014



Muhasabah

Ragaku mungkin terpenjara
Namun batinku bebas menemui-Nya
Jeruji ini mungkin merantai langkah kaki
Akan tetapi jejak Illahi masih bisa ku ikuti
Dan di balik tempat ini
Kuperbaiki yang memang harus kuperbaiki
Tak peduli dengan kerasnya jeruji besi
Akan kugelar sajadah panjang ini
Untuk menemui sang Illahi Rabbi

Yogya, 07 Maret 2014
Kehidupan Tanpa Batas

Kumpulan Puisi Kehidupan Part II ( Menembus Ruang dan Waktu )

Dhedi R Ghazali | Saturday, March 22, 2014 | 0 komentar
Kumpulan Puisi Kehidupan Part II ( Menembus Ruang dan Waktu )
Tidak akan pernah habis kata-kata untuk membahas kehidupan di dunia. Berbagai warna dan tema senantiasa tercipta dari rajutan kata-kata para pujangga. Dan ternyata tak hanya tentang cinta yang bisa bersabda lewat kata namun kehidupanpun menyimpan banyak perkataan yang harus diungkapkan agar terdengar dan dirasakan oleh semua insan. Ini adalah beberapa kumpulan puisi kehidupan yang telah saya ciptakan. Dengan berbagai tema yang berbeda, saya mencoba untuk merangkai semua itu dalam keindahan karya sastra. Meskipun saya masih baru dalam dunia sastra, semoga saja rangkaian kata-kata ini bisa memberikan inspirasi dan motivasi bagi para pembaca.


AKU BUKAN ANAK HARAM

Aku adalah buah jalan yang terasingkan
Dipinggirkan dari persaingan kehidupan yang kejam

Aku adalah anak dari emak
Tercipta oleh tapak-tapak tak berjejak

Janganlah salahkan kelahiranku
Salahkanlah ibu dan bapak-bapakku...
Yang telah bersenggama di luar batas agama
Yang telah bercinta atas nama suka sama suka

Aku tegaskan!!
Aku bukanlah ANAK HARAM
Aku sama seperti kalian
Dilahirkan atas kehendak Tuhan
Meski memang dari buah tangan perzinaan

Yogya, 19 Maret 2014
Dhedi R Ghazali


?

Dimana orasi-orasimu?
Jangan tanyakan aku
Aku sendiri tak tahu

Tanyakan saja pada kata-kata
Yang menemani senja yang tengah berduka
Bersama jelata yang dianiaya majikannya

Yogya, 18 Maret 2014
Dhedi R Ghazali


TAMAT

Hilang sudah kata-kata
Sirna tak tersisa!!!

Hanya tertinggal nama...

Yogya, 18 Maret 2014
Dhedi R Ghazali


CERMINKU BERDEBU

Cerminku berdebu
Cerminku buram
Penuh dengan kotoran-kotoran

Sedangkan aku masih saja bercermin padanya

Muak aku dengan aku yang nampak di cermin itu
Dengan senyum menghina penuh nista

Cerminku masih berdebu
Cerminku masih buram
Belum bisa kubersihkan

Yogya, 14 Maret 2014
Dhedi R Ghazali


TIDAKKAH KAU?

Tak sampaikah kepadamu?
Tentang anak-anak tak berbapak dan tak beremak
Tentang mereka yang tergeletak dan terinjak
Tentang mereka yang tak mampu berteriak
Tentang mereka yang mendadak tersentak
Dibentak rompak-rompak juga pembajak-pembajak pajak

Tidakkah kau lihat?...
Tentang bapak-bapak yang tak dapat bergerak
Tentang emak-emak yang tak dapat memasak
Tentang otak-otak yang sesak teriak-teriak serak

Tidakkah kau dahaga?
Akan senyum sapa mereka
Tentang canda tawa mereka
Yang direnggut keadaan carut marut
Merunduk takut hanya termanggut-manggut

--------------------------

Sstttttt...
Jangan berisik, takut mereka terusik
Karna hanya dalam lelapnya mereka bisa temukan bahagia
Karna hanya dalam mimpi mereka bisa menari

Yogya, 18 Maret 2014
Dhedi R Ghazali
Kehidupan Tanpa Batas

Puisi Untuk Ayah

Dhedi R Ghazali | Friday, March 21, 2014 | 4komentar
Puisi Untuk Ayah
Ayah... Adalah sosok yang begitu berharga dan berjasa dalam kehidupan kita. Dia lah seseorang yang membanting tulang demi kehidupan keluarga. Segalanya dia lakukan demi masa depan anak-anaknya. Tiada kata yang bisa menggantikan perjuangan seorang ayah demi anak dan keluarganya. Namun kali ini saya akan memberikan beberapa tatanan kata yang khusus saya persembahkan buat para Ayah di dunia ini. Buat seorang lelaki yang tiada henti mencari dan terus mencari nafkah. Yang tiada lelah melangkah meski kadang goyah. Seorang sosok inspiratif dibalik keberhasilan anak-ankanya. Inilah persembahan dari saya untuk seluruh Ayah di dunia. Meskipun kata-kata ini sederhana dan tidak terlalu berharga, namun setidaknya lewat untaian kata ini saya ingin mengabadikan kegigihan seorang Ayah demi anak dan keluarga tercintanya.


AYAH PART I

Ayah...
Kau terus berjalan ribuan mill
Tak jarang tubuhmu menggigil
Darah dan nanah tercurah
Demi anak-anakmu menikmati bangku sekolah

Ayah...
Jutaan rintangan yang panjang membentang
Kau terjang dengan kepalan tangan telanjang
Demi sebuah masa depan anak-anakmu tersayang
Masa depanmu tak lagi kau pikirkan

Ayah...
Benturan dan hempasan bungkukkan rusuk-rusukmu
Sengaatan mentari membakar tubuh legammu
Hingga terlihat jelas tubuh rentamu
Melemah dimakan sang waktu yang terus berlalu

Ayah...
Setiap tuturmu mengajakku menuju kebaikan
Setiap kekesalan yang kau lontarkan membawaku kedalam perbaikan
Hingga tak jarang airmata kau deraikan
Melihat anak-anakmu melawan kerasnya kehidupan

Ayah...
Dalam guratan pena ini
Yang tak sebanding dengan semua yang kau beri
Ku pahatkan cerita tentangmu
Ku tuliskan jejak-jejak perjuanganmu
Ku goreskan setiap jengkal langkahmu
Agar terbaca oleh anak cucumu

Yogya, 14 Maret 2014
Dhedi R Ghazali


AYAH PART II

Ayah...
Tanpa lelah kau berjalan
Di tepian jurang-jurang kesederhanaan
1 mili mendekati kemiskinan

Masih saja kau tak lelah mengejar nafkah
Terkadang langkahmu goyah
Kakimu berlumur darah dan nanah
Namun "demi nafkah" kau tetap tabah melangkah

Ayah...
Guratan tanggung jawab terpahat di setiap urat dalam tubuhmu
Mengalir bersama aliran darahmu
Melebur satu dalam setiap jengkal langkahmu

Jejak-jejak kau tapak demi keluarga dan anak
Nafasmu tak jarang tersengal bahkan sesak
Namun tiada keluh kesah di tuturmu
Dengan teguh kau tetap tapaki jalan itu

Aku, Anakmu....
Hanya mampu memapahmu dengan doa-doaku
Yang akan senantiasa menemani perjalananmu
Menembus ruang dan waktu demi keluargamu
Hingga di penghujung usiamu

Yogya, 14 Maret 2014
Dhedi R Ghazali


Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silahkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun. Setelah membaca, saya harap juga bisa meninggalkan komentar serta like fans page kehidupan tanpa batas.  Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Barangsiapa yg memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yg melakukan kebaikan itu.” (HR Muslim)


Kehidupan Tanpa Batas

Persaingan Dalam Dunia Kerja

Dhedi R Ghazali | Wednesday, March 19, 2014 | 4komentar
Persaingan Dalam Dunia Kerja
Rasanya sudah lumayan lama saya off untuk memposting tulisan saya di blog ini. Akhir-akhir ini memang kurang ada waktu untuk bercengkrama dengan blog ini. Langsung saja, kali ini saya akan sedikit berbagi pengalaman tentang dunia kerja. Mungkin yang saya sampaikan ini juga pernah teman-teman alami dalam dunia kerja teman-teman semua. Kita pasti tahu bahwa dalam dunia kerja tidak pernah lepas dari persaingan untuk menjadi yang terbaik guna menduduki jabatan tertentu atau paling tidak untuk menarik hati pemimpin dalam lingkungan kerja kita. Dari sini, seringkali terjadi konflik intern antar sesama rekan kerja yang disebabkan oleh persaingan tersebut. Nah, hal ini yang ingin saya sampaikan pada pembaca sekalian. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat.

Dunia kerja adalah wadah tempat berkumpulnya orang mencari nafkah. Dan di dunia ini mau tidak mau kita harus pintar-pintar bersosialisasi dengan rekan kerja kita. Tak bisa kita pungkiri juga bahwa dalam dunia kerja sangatlah penuh dengan aroma persaingan. Persaingan untuk mengejar jabatan, mengambil hati pimpinan dan lain-lain. Wajar saja jika terkadang ada beberapa orang yang menggunakan cara-cara yang kotor untuk menjatuhkan rekan kerjanya agar kinerjanya dinilai buruk oleh pimpinan. Sering pula kata teman tidak dipedulikan. Asal dirinya mendapat apa yang dia inginkan, seorang teman pun tanpa segan dikorbankan.

Inilah yang saya alami baru-baru ini. Sudah hampir 1 tahun sudah saya berada dalam lingkungan kerja di kantor saya. Awalnya memang tenang-tenang saja, bersosialisasi dan bercengkrama dengan rekan kerja menjadi keseharian yang menyenangkan. Bahkan ada juga yang sering memberikan arahan dan masukan demi kebaikan saya dalam bekerja. Mulai dari arahan bagaimana saya harus bekerja dengan baik serta sesuai aturan ada juga teguran dan masukan saat saya melakukan kesalahan dalam pekerjaan yang saya lakukan. Semua itu saya anggap sebagai masukan-masukan yang positif untuk memaksimalkan kinerja. Akan tetapi tak jarang pula ada rekan kerja yang justru seolah ingin menggiring kita untuk melakukan kesalahan agar dinilai buruk oleh pimpinan. Awalnya dia berbaik hati dan memberi arahan yang bagus akan tetapi semakin lama justru terkesan ingin menjerumuskan. Nah inilah yang sempat saya alami. Ada salah seorang rekan kerja saya yang dengan terselubung dan halus mengajak saya untuk melanggar aturan. Betapa bodohnya saya waktu itu, karena dia sudah saya anggap teman maka saya mengikutinya. Namun yang terjadi ternyata dia justru melapor ke atasan hingga akhirnya saya dipanggil dan diberi peringatan. Kalau saya mau dan mengikuti cara kotor dia, saya bisa saja melaporkan kesalahan yang menurut saya justru lebih sering dia lakukan. Akan tetapi saya tidak mau menggunakan cara seperti itu untuk bersaing dan saya biarkan semua ini jadi pengalaman yang begitu berharga untuk perbaikan dan kebaikan kedepan.

Bagi Anda yang telah dan sedang berkecimpung dalam dunia kerja, saya sarankan berhati-hatilah dalam menghadapi persaingan di dalamnya. Gunakanlah jalan serta cara yang baik untuk memenangkan persaingan tersebut. Selain itu jangan mudah percaya dan terhasut kata-kata orang sekalipun dia Anda anggaap sebagai teman. Cara yang paling aman dan nyaman adalah bekerjalah dengan ikhlas serta sesuai aturan yang berlaku di kantor Anda. Jangan lupa selalu meminta dan memohon kelancaran dan perlindungan pada Allah SWT untuk setiap pekerjaan kita. Semoga Allah selalu bersama kita. Aamiin


Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silahkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun. Setelah membaca, saya harap juga bisa meninggalkan komentar serta like fans page kehidupan tanpa batas.  Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Barangsiapa yg memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yg melakukan kebaikan itu.” (HR Muslim)

Kehidupan Tanpa Batas

Kumpulan Puisi Sa-Saka Part II

Dhedi R Ghazali | Sunday, March 09, 2014 | 0 komentar

Kumpulan Puisi Sa-Saka Part II
CATATAN PERADABAN EDAN

Kemsikinan, kesejahteraan, keadilan dan kemakmuran diundang-undangkan
Dituliskan tanpa dijalankan, dibiarkan!!!...
Rancangan-rancangan dirapatkan, dana digelontorkan
Dihambur-hamburkan tak menghasilkan
Disia-siakan tanpa kejelasan

Kapan kemiskinan dientaskan?
Kapan kesejahteraan diciptakan?
Kapan kemakmuran direalisasikan?
Kapan keadilan ditegakkan?
Tanyakan pada pimpinan-pimpinan edan.

Perut-perut kelaparan bergelimpangan
Penganguran semakin berserakan
Kejahatan berkeliaran di jalan
Hukum-hukum diperjual-belikan, dipermainkan
Pendidikan, kesehatan semakin dikomersilkan

Keinginan perubahan disampaikan
Lewat jeritan pesakitan
Lewat ratapan kebodohan
Lewat tangisan jalanan
Tak didengarkan, dibiarkan!

Pimpinan semakin edan
Kezaliman semakin menakutkan
Kekuasaan dijadikan rebutan
Negara berantakan dan diluluhlantahkan
Inilah catatan peradaban edan!!!

Yogya, 08 Maret 2014
Dhedi R Ghazali

TAUBAT SEBELUM TERLAMBAT

Ayat-ayat dipanjat, telinga disumbat
Syahwat memikat, maksiat diembat

Shalat terlewat, bejat melumat
Aurat-aurat terlihat, mata menjilat

Hujat-menghujat jadi adat,
Martabat pejabat jadi alat,
Amanat rakyat disikat, rakyat melarat!

Sekarat mendekat, tak sempat bertaubat,
Nikmat akhirat lewat, neraka didapat!!!

Yogya, 06 Maret 2014
Dhedi R Ghazali

Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silahkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun. Setelah membaca, saya harap juga bisa meninggalkan komentar serta like fans page kehidupan tanpa batas.  Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Barangsiapa yg memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yg melakukan kebaikan itu.” (HR Muslim)

Kehidupan Tanpa Batas

Tanyakan Pada Tuhanku ( Allah SWT )

Dhedi R Ghazali | Sunday, March 09, 2014 | 0 komentar
Tanyakan Pada Tuhanku ( Allah SWT )
Rasanya sudah lama saya tidak menulis sebuah karya sastra berupa puisi dengan tema keromantisan yang dibalut dengan keindahan agama. Nah, kali ini saya akan mempersembahkan sebuah puisi dengan tema tersebut. Puisi ini tercipta saat saya sedang merenung pada suatu malam. Saat itu yang sedang dalam angan-anganku adalah tentang sebuah ketulusan cinta yang sedang mendekati hari pernikahan. Kalau di daerah jawa ada sebuah adat yang sampai saat ini masih sering dilakukan. Adat tersebut adalah " disapih ". Disapih merupakan suatu adat dimana seorang perempuan tidak boleh keluar rumah untuk beberapa hari sebelum hari pernikahannya. Puisi ini menceritakan seorang gadis yang sedang mengalami keraguan terhadap cinta dari pria yang ingin menikahinya. Sang pria mencoba meyakinkan pada gadis tersebut bahwa dia memang serius dan siap untuk menikahinya. Berbagai tulisan dia buat untuk meyakinkan gadis itu, sampai akhirnya sang pria tersebut hilang akan harus berbuat bagaimana lagi. Maka dibuatlah sebuah puisi yang di dalamnya berisi curahan hati pria tersebut. Sang pria meminta sang gadis untuk bertanya pada Allah SWT tentang semua yang sedang mereka hadapi. Itulah inti dari puisi yang saya ciptakan, langsung saja ini dia puisinya :

Jika dan hanya jika,
Semua kata-kata bisa artikan ini semua
Maka tak akan berakhir sia-sia

Percuma!!!
Ribuan bahkan jutaan kata telah kutulis dengan pena,
Tetap saja kau diam seribu bahasa,

Lalu, haruskah kuungkap semua itu lewat cumbuku denganmu???
Lewat pertemuan bibirku dan bibirmu???
Atau, lewat dekapku yang bernafsu???
Atau mungkin, lewat senggama kita???

Tak usah kau harapkan semua itu dariku,
Kenapa??
Apakah karena aku tak ingin??
Sungguh aku juga manusia biasa yang mempunyai seribu keinginan saat bersama wanita.
Lalu kenapa??
Apakah karena kamu tak cantik??
Sungguh kau cantik jika tidak, mana mungkin aku tertarik??

Kau benar ingin tahu??
Jika kau ingin tahu,
Tanyakan saja semua itu pada Tuhanku
dalam sujudmu saat sepertiga malammu.

Yogya, 04 Maret 2014
Dhedi R Ghazali


Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silahkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun. Setelah membaca, saya harap juga bisa meninggalkan komentar serta like fans page kehidupan tanpa batas.  Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Barangsiapa yg memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yg melakukan kebaikan itu.” (HR Muslim)
Kehidupan Tanpa Batas

Kasih Ibu Sepanjang Waktu

Dhedi R Ghazali | Saturday, March 08, 2014 | 0 komentar
Kasih Ibu Sepanjang Waktu
Entah apa yang merasuki pikiranku waktu itu hingga aku sampai hati membantah kata-kata ibuku sendiri. Kurasa setan telah membisikkan rayuan kebodohan pada anak yang sempat durhaka ini. Hingga pada suatu hari kumelihat sebuah kisah yang begitu membuat resahku mendesah-desah. Bukan karena apa, hanya sebab apa yang kulihat seolah memberikan pesan moral yang begitu besar. Cerita ini berawal dari sebuah pertemuanku dengan sesorang disela waktu saat kami sama-sama bertemu di sebuah warung nasi. Sedikit basa-basi hingga obrolan kami semakin menjadi. Entah angin apa yang membawa perbincangan kami hingga dia mengajakku melintasi dunianya yang sungguh sarat akan makna. Bagaimana tidak, baru saja dia ditinggal bidadari dunianya yang telah melahirkan dan membesarkan dia di dunia. Iya, ibunya baru saja tutup usia di kala umurnya belum terlalu tua. Baru 45 tahun Sang Ibu menikmati kehidupan dengan keluarga utamanya dengan anak semata wayangnya itu.

Akhirnya obrolan siang itu sampailah pada keharuan yang berujung dengan linangan air mata kepedihan. Waktu ibunya meninggal, dia sedang berada diluar kota untuk menyelesaikan sekolahnya. Saat itu ibunya menyuruh anaknya tersebut meneruskan jenjang pendidikannya menuju bangku kuliah. Bukan Sang Ayah yang membiayainya, tapi Sang Ibu. Karena Sang Ayah entah pergi kemana meninggalkan mereka berdua saat dia masih didalam rahim ibunya. Baginya Ibu adalah ayahnya dan Ibu adalah Ibunya juga. Singkat cerita, waktu itu adalah hari yang berbahagia karena dia telah usai menyelasikan kuliahnya dan akan segera mendapatkan gelar sarjana setelah wisuda. Dengan penuh semangat dia menelpon ibunya, tapi ternyata yang mengangkat telpon adalah neneknya. 

" Nek, Ibu dimana kug yang mengangkat telpon ini nenek ?"
" Ibumu sedang kerja di luar kota nak, ada apa ",
" Besuk aku wisuda nek, tolong sampaikan kepada ibu buat datang besuk di acara wisudaku itu "
" Iya, nanti nenek sampaikan "

Esokpun tiba. Namun Ibunya tak kunjung datang juga hingga akhirnya dia wisuda tanpa ditemani ibunya. Dia pun merasa kesal dan sempat bergumam " Dasar Ibu, kenapa dia tak datang. Aku kecewa dengan dia, dia lebih mementingkan pekerjaanya daripada kebahagiaan anaknya ini. Besuk aku akan kembali kerumah dan marah-marah di depannya, biar dia sadar kalau apa yang dia lakukan itu salah besar.

Esok harinya, dia pulang kerumah. Namun di rumah tidak ada siapa-siapa. Tanyalah dia kepada tetangga sebelah rumahnya.

" Pak, Ibu dan nenek saya kemana ya, kug gak ada di rumah ".
" Loh, Ibu kamu kan masuk Rumah Sakit semenjak 3 Minggu yang lalu, "
" Rumah Sakit???? Rumah Sakit mana Pak "
" Itu di Rumah Sakit seberang jalan"

Lantas dia bergegas menuju rumah sakit itu. Alangkah terkejutnya dia saat meliha ibunya terbaring lemah dengan hidung ditutup alat oksigen dan tangan di suntik infus juga darah. Dia  mendekati ibunya sambil berkata
" Ibu sakit apa??"
Dengan lirih ibunya menjawab " Ibu tidak apa-apa nak, bagaimana dengan kuliahmu?. Hari ini kamu wisuda kan?? Maaf ibu tidak bisa menemanimu."
" Kenapa Ibu tidak memberi tahu kalau ibu sedang sakit ?"
" Ibu tidak mau kamu kepikiran saat kamu ingin pendadaran nak. Ibu tidak ingin jadi hambatan dalam kuliahmu juga dalam kamu menggapai cita-citamu. "

Tak selang lama, akirnya Sang Ibu menghembuskan nafas terakhirnya. Ternyata selama ini ibunya menderita kanker darah yang telah lama berada dalam tubuhnya. Namun dia menyebunyikan semua itu dan terus saja bekerja tanpa mempedulikan penyakitnya itu. Bukan untuk membeli emas dan lain sebagainya, hanya sekedar untuk mengkuliahkan anaknya hingga mendapat gelar sarjana. Anak itupun berlinang airmata karena ditinggal bidadari dunianya itu. Sampai saat ini dia hanya bisa menitipkan rindu kepada ibunya lewat doa-doa yang senantiasa dia lantunkan.

Mungkin cerita semacam ini sudah sering kita dengar. Cerita semacam ini pula telah sering membuat kita meneteskan airmata. Tapi entah kenapa, seolah magis dalam cerita-cerita tersebut hanyalah sekedar sapuan hujan sesaat yang membasahi kerontang. Ingatlah, seorang ibu pasti menginginkan yang terbaik buat anaknya. Apapun akan dilakukan olehnya untuk membahagiakan anaknya tersebut. Lantas, coba kita tanya pada diri kita sendiri :

Sudah berapa sering kita mengeluh, menolak bahkan membentak ibu saat dimintai pertolongan olehnya??
Sudah berapa kali kita membuat ibu kita meneteskan airmata??
Sudah berapa banyak yang kita berikan kepada ibu kita??
Sudahkah itu bisa menggantikan apa yang telah ibu berikan kepada kita??


RUMAH TERAKHIRMU, IBU

Kulantunkan doa yang membaluti sekujur tubuhmu
Yang sedang rebah di bawah gundukan tanah merah itu.
Kubawakan kembang tujuh rupa dan kutebar di atasnya
Agar rumahmu terlihat rindang adanya.

Kubuatkan pintu kayu bertuliskan namamu,
Bertuliskan tanggal tangis pertamamu
Juga tanggal terakhir hidupmu
Itulah pintu rumah terakhirmu

Akan kusambangi rumahmu itu
Setiap aku merindu akan pelukmu
Rindu akan senyummu
Rindu akan paras ayumu
Rindu akan amanahmu
Rindu akan kasihmu
Rindu akan semua yang ada padamu, Ibu!!!

YOgya, 07 Maret 2014
Dhedi R Ghazali

Buat para sahabatku. Berikanlah yang terbaik buat ibumu selama Beliau masih mampu menikmati kehidupan ini. Gunakanlah waktu yang telah Allah berikan untuk kita masih bisa bersama dengan ibu kita. Kita tidak pernah tahu kapan ibu kita akan meninggalkan kita untuk selama-lamanya.


Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silahkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun. Setelah membaca, saya harap juga bisa meninggalkan komentar serta like fans page kehidupan tanpa batas.  Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Barangsiapa yg memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yg melakukan kebaikan itu.” (HR Muslim)

Kehidupan Tanpa Batas

Ulang Tahunku Yang Ke-24

Dhedi R Ghazali | Monday, March 03, 2014 | 0 komentar
Ulang Tahunku Yang Ke-24
Ulang Tahunku Yang Ke-24
Tak terasa sudah akhirnya waktu beralu disetiap helai nafasku. Dua puluh empat tahun sudah nafas ini mendesah dalam setiap aliran denyut nadi bersama laju darah yang masih lancar mengaliri setiap anggota tubuh ini. Suka, duka, nestapa pastilah hal yang wajar adanya sebagi penghias kehidupan yang begitu penuh kejutan. Tawa dan air mata silih berganti salaing mengisi ruang-ruang hampa dunia dikala rasa menjelma menjadi sebuah hal yang begitu luar biasa. Dan di umur yang menginjak dua puluh empat tahun ini Allah SWT memberikan anugrah_Nya yang tak kusangka. Allah SWT membukakan pintu rezeki dengan jalan memberikan kesempatan untukku menjadi Pegawai Negeri Sipil di Kementerian Hukum dan HAM Kantor Wilayah Yogyakarta. Sunggu luar biasa banyak yang telah diberikan oleh Allah kepadaku sampai terkadang aku malu karena justru aku tak jarang mengabaikan setiap apa ang teah diwahyukan Allah SWT kepada umat manusia. Tiada kata yang bisa mewakii semua ini. Sungguh aku bersujud syukur atas pemberian umur panjang. Dimana aku masih diberi kesempatan untuk menjamahi dunia dan mengumpulkan pahala untuk ku tukar dengan surga. Dua puluh empat sudah terlewat penuh dengan kenangan yang tak akan bisa aku lupakan.

24 tahun yang lalu
kala gelayut malam lengser menuju peraduan
kala bulan beranjak pulang
di sepertiga malam yang penuh keheningan

Pecah keheningan itu dengan tangis pertamaku
Saat tubuh merahku berlumur darah keluar dari rahim ibuku
Awal dari langkahku tapaki jejak-jejak kehidupanku

24 tahun yang lalu
Pertamaku bercumbu dengan duniaku
Pertama kalinya aku bersenggama dengan udara
Kurasa indah dunia memanja menjelma rasa tiada tara

24 Tahun sudah kini kaki ini tapaki bumi
lewati detik demi detik waktu yang berarti
menjilati sisi demi sisi duniawi

24 tahun sudah langkah-langkah terpecah
membelah setiap jengkal amanah
Terkadang lelah seringkali goyah tapi hidup ini tabah memapah

Oh Tuhan
24 tahun sudah nyawa ini bersemayam dalam raga
Duka, nestapa dan airmata
Bahagia, canda dan tawa
Silih berganti goreskan sejuta cerita

Terimaksihku teruntuk-Mu Tuhanku
Atas waktu yang masih Kau sisihkan untukku
Atas segala pemberian-Mu kepadaku
Atas hidup yang Kau beri untukku

Dan kini . .
24 tahun waktu yang lalu kukemas dalam catatan kehidupanku
Kusimpan dalam indah lembaran masa laluku
pengingat atas segala anugerah-Mu

Yogya, 02 Maret 2014
Dhedi R Ghazali

Sekali lagi aku ucapkan puji syukur kepada Allah SWT atas segaa limpahan kenikmatan yang tak akan pernah bisa kuhitung dan kutukar dengan harga berapapun. Dipertambahan umurku ini aku senantiasa memanjatkan doa semoga tahun-tahun kedepan yang akan aku jalankan senantiasa menjadi lebih baik dari apa tahun-tahun yang telah aku lewatkan. Aamiin
Kehidupan Tanpa Batas

Senandung Anak Jalanan Part II

Dhedi R Ghazali | Saturday, March 01, 2014 | 1komentar
Senandung Anak Jalanan Part IIKehidupan jalanan adalah sebuah kehidupan yang keras. Butuh kucuran keringat untuk mendapatkan uang demi mengganjal perut keroncongan. Mungkin sering kita melihat banyak anak jalanan yang bergelut dengan kegetiran kehidupan di luar sana. Sungguh ironi yang menyayat-nyayat hati ketika anak-anak seumuran mereka harus berjibaku dengan kerasnya kehidupan jalanan. Harusnya hari-hari mereka diisi dengan bersekolah dan bermain dengan teman sebayanya. Tapi apa daya, ternyata takdir berkata lain. Ini adalah puisi yang saya ciptakan dimana puisi ini tercipta dari rasa keprihatinan saya terhadap kehidupan anak jalanan. 




Di pangkuan purnama yang memucat aku didekap senyap.
Merayap-rayap kesunyian membelaiku.
Suara binatang malam pun mengolok-olokku dengan ocehan tololnya.
Hingga aku dan orang-orang sekaumku
Melapuk dalam keadaan busuk ini

Tak cukup itu,
Lemah kami memapah resah yang membuncah
hingga emosi membakar kesabaran kami
Dan aku juga orang-orang sebangsaku
menggila dalam ketidakpastian makna sebuah keadilan

Inilah aku bangkai yang setengah hidup
menghirup bau busuk bangkai-bangkai orang-orang sekaumku.
Yang tengah hidup di ambang kemusnahan moral,
berdiri di atas duri-duri kecongkakkan orang-orang besar,
dibiarkan dalam comberan kefakiran yang semakin edan
diterlantarkan di jalanan, tidur di emperan pertokoan dan sebagian di bawah naungan kolong jembatan

Inilah senandungku dan orang sekaumku
yang berbaju lusuh, tubuh dekil pakaian compang-camping
pincang berjalan menyelusuri jalan
mengais recehan demi sesuap makan
digilas roda-roda kezaliman.
Karena kami adalah Anak Jalanan.

Oh Tuhanku
Hari-hariku tak seindah hari-hari bidadari yang menjual harga diri
pagi-pagiku tak sesejuk pagi-pagi pejabat-pejabat tinggi berkorupsi
siang-siangku tak secerah siang-siang orang-orang berkecukupan
dan malam-malamku tak segemerlap malam-malam pegawai kantoran.

Lalu apa yang kami dapat?
Yang kami dapat hanya harap-harap terlelap dalam pekat
yang tertidur pulas entah sampai kapan,
mungkin sampai kami menemui indah kematian!!!

Bertahun-tahun senandung kami tak terdengar
parau senandung ini ditelan janji-janji tak tertepati.
Ilusi janji-janji untuk membeli suara Kami

Arrghhh sudahlah..
Ini hanyalah bualanku dan orang-orang sekaumku.
Sebatas senandung yang tak semerdu kicauan burung
terkungkung dalam murung yang tiada berujung

Yogya, 25 Februari 2014
Dhedi R Ghazali


Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silahkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun. Setelah membaca, saya harap juga bisa meninggalkan komentar serta like fans page kehidupan tanpa batas.  Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Barangsiapa yg memberi petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah pahala seperti orang yg melakukan kebaikan itu.” (HR Muslim)



Kehidupan Tanpa Batas
 
Support : Copyright © Nov 2010. Kehidupan Tanpa Batas - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger